Indonesia Open

Panitia Janji Akan Memperbanyak Unsur Budaya di Turnamen Indonesia Open Tahun Depan

Panitia menjanjikan akan lebih banyak menampilkan unsur budaya dalam turnamen Indonesia Open tahun mendatang.

Panitia Janji Akan Memperbanyak Unsur Budaya di Turnamen Indonesia Open Tahun Depan
Warta Kota/Feri Setiawan
Pebulutangkis ganda putra Indonesia Marcus Fernaldi gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo ke perempat final Indonesia Open 2019 setelah mengalahkan pasangan India Satwiksairaj Rankireddy, Chirag Shetty 21-15 21-14. 

Panitia menjanjikan akan lebih banyak menampilkan unsur budaya dalam turnamen Indonesia Open tahun mendatang.

Kemeriahan turnamen Indonesia Open 2019 masih terasa dalam benak seluruh atlet bulutangkis yang bertanding serta para penonton yang datang lansung hadir di Istora Senayan, Jakarta Pusat.

Pasalnya, turnamen BWF World Tour Super 1000 itu yang mengusung tema Sport-Entertainment tersebut diklaim telah berlangsung lancar dan sukses serta berbeda.

Tampil beda, wasit Indonesia Open 2019 memakai batik pada babak semi final, di Istora Senayan, Jakarta, Sabtu (20/7/2019). Tidak hanya wasit, para hakim garis juga memakai lurik dan blankon, yang bertujuan emperkenalkan kebudayaan dan kesenian Indonesia.
Tampil beda, wasit Indonesia Open 2019 memakai batik pada babak semi final, di Istora Senayan, Jakarta, Sabtu (20/7/2019). Tidak hanya wasit, para hakim garis juga memakai lurik dan blankon, yang bertujuan emperkenalkan kebudayaan dan kesenian Indonesia. (Tribunnews/Herudin)

Selain memberikan fasilitas kelas wahid untuk para atlet yang bertanding dalam Indonesia Open 2019, tahun ini pihak penyelenggara turnamen juga memanjakan para penonton dengan berbagai acara seperti games dan lainnya.

Belum lagi banyak juga spot foto kekinian dan hiburan hadir di Istora Senayan.

Tak cuma itu, Indonesia Open kali ini sangat berbeda dari yang lain lantaran wasit dan service judge mengenakan seragam batik asli Indonesia. 

Mereka didampingi para hakim garis yang berkostum lurik jawa dan blangkon.

Tampil beda, hakim garis Indonesia Open 2019 memakai lurik pada babak semi final, di Istora Senayan, Jakarta, Sabtu (20/7/2019). Tidak hanya hakim garis, wasit yang bertugas juga memakai batik, yang bertujuan emperkenalkan kebudayaan dan kesenian Indonesia. TRIBUNNEWS/HERUDIN
Tampil beda, hakim garis Indonesia Open 2019 memakai lurik pada babak semi final, di Istora Senayan, Jakarta, Sabtu (20/7/2019). Tidak hanya hakim garis, wasit yang bertugas juga memakai batik, yang bertujuan emperkenalkan kebudayaan dan kesenian Indonesia. TRIBUNNEWS/HERUDIN (Tribunnews/Herudin)

“Sebetulnya kami memang dari dulu ingin memperkenalkan batik kepada dunia ditambah hal ini juga karena sesuai dengan tema kita sports arttaiment,” ujar Ketua Panitia Pelaksana Indonesia Open 2019, Achmad Budiharto kepada awak media, di Istora Senayan, Minggu (21/7/2019).

Lebih lanjut, dirinya berjanji untuk turnamen Indonesia Open tahun depan unsur budaya akan terus dipertahankan.

Bahkan, kata dia pihaknya berniat ingin menambah dan memperkenalkan budaya Indonesia lainnya.

Halaman
12
Penulis: Luthfi Khairul Fikri
Editor: Max Agung Pribadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved