Indonesia Open

Federasi Bulutangkis Dunia Apresiasi Pemakaian Batik dan Pakaian Tradisional di Indonesia Open 2019

Federasi Bulutangkis Dunia (BWF) mengapresiasi pemakaian batik dan pakaian tradisional pada perangkat pertandingan Indonesia Open 2019.

Federasi Bulutangkis Dunia (BWF) mengapresiasi pemakaian batik dan pakaian tradisional pada perangkat pertandingan Indonesia Open 2019.

BWF juga memuji perhelatan turnamen Indonesia Open 2019 yang dinilai sangat sukses dan menunjukkan banyak peningkatan. 

Hal itu disampaikan Head of Event Project BWF Koh Wa Cheng seusai perhelatan final, Minggu 21/7/2019) di Istora GBK, Jakarta. 

Tampil beda, wasit Indonesia Open 2019 memakai batik pada babak semi final, di Istora Senayan, Jakarta, Sabtu (20/7/2019). Tidak hanya wasit, para hakim garis juga memakai lurik dan blankon, yang bertujuan emperkenalkan kebudayaan dan kesenian Indonesia.
Tampil beda, wasit Indonesia Open 2019 memakai batik pada babak semi final, di Istora Senayan, Jakarta, Sabtu (20/7/2019). Tidak hanya wasit, para hakim garis juga memakai lurik dan blankon, yang bertujuan emperkenalkan kebudayaan dan kesenian Indonesia. (Tribunnews/Herudin)

Koh menilai turnamen Indonesia Open kali ini terlihat lebih lengkap dengan  memberikan kenyamanan kepada para pemain, dan juga untuk suporter.

"Indonesia Open merupakan turnamen yang bagus, banyak sekali peningkatan. Saya ada di turnamen ini sejak 2011 dan saya sangat menikmati berada di sini,” ujar Koh. 

Tak hanya itu, Koh juga mengomentari atribut tradisional yang dipakai para wasit, hakim servis dan hakim garis yang sangat kental dengan budaya Indonesia. 

Tampil beda, hakim garis Indonesia Open 2019 memakai lurik pada babak semi final, di Istora Senayan, Jakarta, Sabtu (20/7/2019). Tidak hanya hakim garis, wasit yang bertugas juga memakai batik, yang bertujuan emperkenalkan kebudayaan dan kesenian Indonesia. TRIBUNNEWS/HERUDIN
Tampil beda, hakim garis Indonesia Open 2019 memakai lurik pada babak semi final, di Istora Senayan, Jakarta, Sabtu (20/7/2019). Tidak hanya hakim garis, wasit yang bertugas juga memakai batik, yang bertujuan emperkenalkan kebudayaan dan kesenian Indonesia. TRIBUNNEWS/HERUDIN (Tribunnews/Herudin)

Pasalnya, pihak penyelenggara memafasilitasi wasit dan hakim servis menggunakan seragam batik, sedangkan para hakim garis menggunakan baju lurik Jawa dan blangkon pada semifinal dan final Indonesia Open 2019.

“Saya melihat di sini bulu tangkis sangat mudah diakses berbagai kalangan, penyelenggara juga menyajikan turnamen ini begitu bagus," jelasnya.

Indonesia Open 2019, Hakim Garis dan Wasit Sepakat Pakai Batik dan Lurik Khusus di Semi dan Final

"Indonesia juga bisa menunjukkan budaya yang mereka miliki kepada dunia, seragam yang dipakai wasit menambah identitas Indonesia di turnamen ini," sambung dia.

Namun begitu, secara prestasi Indonesia dalam meraih gelar malah mengalami penurunan dibandingkan edisi tahun lalu yang meraih dua gelar juara.

Indonesia hanya berhasil menggondol satu gelar ganda putra lewat laga all Indonesian final yang dimenangkan Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon dengan mengalahkan seniornya, Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan dalam dua gim langsung 21-19, 21-16.

Penulis: Luthfi Khairul Fikri
Editor: Max Agung Pribadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved