Infrastruktur

Dianggap Merebut Tanah Garapan, Warga Protes Proyek Tol Cibitung-Cilincing

Penyebab penolakan warga terhadap proyek tol Cibitung-Cilincing itu lantaran dianggap menyerobot tanah garapan berupa empang bandeng dan udang.

Dianggap Merebut Tanah Garapan, Warga Protes Proyek Tol Cibitung-Cilincing
Warta Kota/Junianto Hamonangan
Lahan proyek Tol Cibitung-Cilincing Seksi IV di dekat Kanal Banjir Timur (KBT), RW 02 Marunda, Cilincing, Jakarta Utara, mendapat penolakan warga. 

Proyek Tol Cibitung-Cilincing Seksi IV di dekat Kanal Banjir Timur, tepatnya di RW 02, Marunda, Cilincing, Jakarta Utara, diprotes warga. 

Puluhan warga mendatangi lokasi proyek dan meminta pekerja menghentikan pekerjaan, pada Senin (22/7/2019).

Warga Marunda menolak proyek tol Cibitung-Cilincing itu. 

Penyebab penolakan warga terhadap proyek tol Cibitung-Cilincing itu lantaran dianggap menyerobot tanah garapan berupa empang bandeng dan udang. 

Warga yang merupakan penggarap lahan di area itu protes karena merasa ada pelanggaran perjanjian terkait pengerjaan proyek.

Ketua RW 02, Irmansyah Yasin, mengatakan mereka dijanjikan bahwa proyek hanya akan dilakukan pada badan jalan selebar 10 meter dengan panjang sekitar 300 meter.

Namun, proyek yang berjalan sejak awal Mei 2019 lalu itu melebar ke lahan garapan warga.

“PT Waskita selaku pemegang proyek tiba-tiba menyerobot tanah garapan kami dengan menggunakan puing dan bebatuan tanpa ganti rugi, juga tanpa pemberitahuan,” ujar Yasin, Senin (22/7).

Menurut dia, total empang yang diserobot kurang lebih mencapai lima hektar, dimana 14 warga di antaranya tercatat sebagai pemilik sah yang dikeluarkan pemerintah setempat.

14 warga penggarap lahan itu hanya diberikan kompensasi masing-masing Rp 7 juta pada Maret lalu untuk perjanjian pengerjaan awal 10 meter badan.

Halaman
12
Penulis: Junianto Hamonangan
Editor: Ika Chandra Viyatakarti
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved