Berita Video

VIDEO: Warga Ciputat Khawatir Kehilangan Akses Jalan Setelah Menara Pandang Tangsel Berdiri

"Selama ngga bahaya kita ikutin aja apa adanya, namanya kita tinggal di belakang wali kota. Sama jalan jangan ditutup, buat mondar mandir, buat orang

VIDEO: Warga Ciputat Khawatir Kehilangan Akses Jalan Setelah Menara Pandang Tangsel Berdiri
Wartakotalive/Zaki Ari Setiawan
Menara pandang (kanan) dan Masjid Al Itishom (kiri) di Kawasan Puspemkot Tangerang Selatan, Jalan Maruga Raya, Serua, Ciputat 

Pembangunan menara pandang di sekitar area Pusat Pemerintah Kota (Puspemkot) Tangerang Selatan ternyata membuat warga sekitar cemas, pasalnya akses warga di Jalan Adi Sengkong, RT 03 dan 05 RW 04, Serua, Ciputat, ditutup.

Kini warga harus melewati kawasan Puspemkot Tangerang Selatan, Jalan Maruga Raya, untuk bisa menuju Jalan Adi Sengkong, padahal sebelumnya terdapat akses jalan di tempat menara pandang yang berdiri di samping Masjid Al I'tishom.

VIDEO: Suasana Haru Misa Pelepasan Jenazah Arswendo Sebelum Dimakamkan di San Diego Hills

"Ketika menara pandang dibangun masyarakat tamya-tanya jalan lewat mana, dulu lewat situ (menara pandang)," kata Ketua RT 05/04, Munadi (48).

Menurut Munadi, akses dari Jalan Maruga Raya merupakan akses yang cepat dan dapat dilewati mobil.

Kecemasan warga ditambah dengan adanya tambahan sarana portal elektronik untuk bisa memasuki kawasan Puspemkot Tangerang Selatan, meski portal elektronik itu belum digunakan.

"Kalau jalan nanti benar-benar ngga ada, masyarakat minta mediasi," ungkap Munadi.

Warga RT 05/04 Jalan Adi Sengkong, Neneng (40) mengaku menerima dengan pembangunan menara pandang selama tidak membahayakan masyarakat.

Asalkan, lanjut Neneng, akses jalan ke daerahnya dari Jalan Maruga Raya tetap dibuka.

"Selama ngga bahaya kita ikutin aja apa adanya, namanya kita tinggal di belakang wali kota. Sama jalan jangan ditutup, buat mondar mandir, buat orang kampung," ungkap Neneng.

VIDEO: Lagu Keluarga Cemara Dinyanyikan Saat Misa Pemakaman Arswendo Atmowiloto

Neneng menyampaikan, akses jalan menujur Jalan Maruga Raya kerap digunakan untuk berjualan, sehingga jika menara pandang berdiri dan kawasan Puspemkot Tangerang Selatan menggunakan portal elektronik, maka hal itu akan menyulitkan usahanya.

"Saya kan ekonomi rendah, buka usaha kita keliling pakai gerobak ke perumahan lewat depan sini," ujarnya.

Penulis: Zaki Ari Setiawan
Editor: Ahmad Sabran
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved