Lebaran Betawi

Pengunjung Membludak di Hari Terakhir Lebaran Betawi di Monas, Gubernur Anies Hadir Sapa Pengunjung

Tak terduga pengunjung Lebaran Betawi membludak di hari terakhir perayaan Lebaran Betawi 2019 di Monumen Nasional (Monas), Minggu (21/7) pagi.

Wartakotalive.com/Joko Supriyanto
Suasana pengunjung Lebaran Betawi 2019 yang memadati area Monumen Nasional, Minggu (21/7). 

Penghargaan tersebut diberikan karena mereka dianggap telah berjasa melestarikan budaya betawi.

Suasana Sorendo-rendo di Jalan Medan Merdeka Selatan, tepatnya depan Balaikota DKI Jakarta, Gambir, Jakarta Selatan pada Minggu (21/7/2019) pagi.
Suasana Sorendo-rendo di Jalan Medan Merdeka Selatan, tepatnya depan Balaikota DKI Jakarta, Gambir, Jakarta Selatan pada Minggu (21/7/2019) pagi. (Wartakotalive.com/Dwi Rizki)

Sorendo-rendo

Pada puncak Sorendo-rendo, akan diisi dengan prosesi Hantaran dari seluruh Wali Kota dan Bupati se-Jakarta.

Mereka membawakan makanan dan minuman khas betawi sebagai simbol penghormatan.

Hantaran yang akan dilakukan oleh seluruh Wali Kota dan Bupati Kepulauan Seribu se-Ibu Kota.

Mereka akan membawa beragam makanan dan minuman khas betawi, seperti dodol, kue lapis, kue cente manis, kue cucur, roti buaya hingga bir pletok hingga wedang jahe.

Hantaran tersebut dikemas dalam tampah yang akan diserahkan kepada Gubernur DKI Jakarta, Anies Rasyid Baswedan sebagai sosok yang dituakan.

Acara selanjutnya adalah pertunjukan Gambang Kromong Sinar Jaya Hj. Tonah pada pukul 12.00 WIB yang dilanjutkan dengan

Samrah Betawi darinya Kepulauan Seribu pada pukul 13.00-14.00 WIB.

Acara dilanjutkan dengan Qosidah pukul 14.00-14.30 WIB,

Gambus dari sanggar seni Kotamadya Jakarta Barat pada pukul 14.30-15.30 serta

Band Betawi dari Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta pada pukul 16.00-18.00 WIB.

Menutup acara, Musik Gambang Kromong serta sejumlah bintang tamu akan meramaikan acara di Panggung Utama.

Suasana Sorendo-rendo di Jalan Medan Merdeka Selatan, tepatnya depan Balaikota DKI Jakarta, Gambir, Jakarta Selatan pada Minggu (21/7/2019) pagi. Parade Karnaval Nusantara itu berjalan beriringan mulai dari Jalan Medan Merdeka Selatan, tepatnya depan Balai Kota Jakarta, berputar di Bundaran Air Mancur Arjuna Wiwaha, kemudian masuk ke Pintu Barat Daya Monas.
Suasana Sorendo-rendo di Jalan Medan Merdeka Selatan, tepatnya depan Balaikota DKI Jakarta, Gambir, Jakarta Selatan pada Minggu (21/7/2019) pagi. Parade Karnaval Nusantara itu berjalan beriringan mulai dari Jalan Medan Merdeka Selatan, tepatnya depan Balai Kota Jakarta, berputar di Bundaran Air Mancur Arjuna Wiwaha, kemudian masuk ke Pintu Barat Daya Monas. (Wartakotalive.com/Dwi Rizki)

Lestarikan Budaya Betawi

Melestarikan budaya sekaligus mengukuhkan eksistensi Betawi sebagai warga Ibu Kota, Badan Musyawarah Betawi (Bamus) Betawi bersama Pemerintah Provinsi DKI Jakarta kembali menggelar Lebaran Betawi 2019.

Acara tersebut dipaparkan Wakil Ketua Umum I Bamus Betawi sekaligus Ketua Panitia Lebaran Betawi Ke-12, Muhammad Rifqi akan bertempat di Monumen Nasional (Monas) selama tiga hari, yakni mulai dari Jumat (19/7/2019) hingga Minggu (21/7/2019).

Bertema 'Dengan Budaye Kite Perkokoh Persatuan dan Kesatuan Indonesia', Lebaran Betawi kali ini diharapkan dapat menjadi ajang silaturahmi antara warga Ibu Kota.

Beriringan dengan usainya Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 yang sarat dengan konflik kelompok.

"Lebaran Betawi merupakan acara tahunan, ajang silaturahmi antar warga Jakarta setelah Lebaran (Idul Fitri).

Lewat Lebaran Betawi, kita ingin mengajak warga Jakarta agar dapat kembali bersatu dan berjabat tangan," ungkapnya dihubungi pada Kamis (18/7/2019).

Dalam pelaksanaannya, Lebaran Betawi sarat akan beragam budaya khas betawi, yakni dimulai dengan Tahlilan, Pembacaan Doa hingga Shohibul Hikayat yang menjadi pembuka Lebaran Betawi pada Jumat (19/7/2019) pukul 19.00 WIB.

Selanjutnya, acara akan dimulai dengan pertunjukan khas betawi pada hari berikutnya.

Bertempat di Silang Barat Daya Monas pada pukul 08.00 WIB pagi, sejumlah pertunjukan khas Betawi akan dipamerkan.

Pertunjukan tersebut antara lain, Tanjidor, Gambus, Marawis, Palang Pintu, Tarian Betawi, Atraksi Silat Betawi, Gambang Kromong, hingga Lenong Betawi.

"Acara terbuka untuk umum dan gratis, siapa aja boleh datang," imbuhnya.

Pertunjukan khas betawi yang diikuti ratusan sanggar yang ada di wilayah Ibu Kota itu akan berlangsung sehari penuh.

Sementara, acara hari terakhir akan diramaikan dengan Karnaval Nusantara bernama Sarendo-rendo.

Nama parade yang diambil dari lagu milik Benyamin Sueb itu akan menampilkan parade defile dengan peserta berjumlah lebih dari 2000 orang.

Dalam parade, para peserta akan mengenakan beragam pakaian adat khas nusantara berikut ornamennya.

Mereka akan berjalan beriringan mulai dari depan i Balai Kota Jakarta, berputar di Bundaran Air Mancur Arjuna Wiwaha, kemudian masuk ke Pintu Barat Daya Monas.

Pada puncak Sarendo-rendo, akan diisi dengan prosesi Hantaran dari seluruh Wali Kota dan Bupati se-Jakarta.

Mereka membawakan makanan dan minuman khas betawi sebagai simbol penghormatan.

Dalam kesempatan tersebut, Anies katanya akan memberikan penghargaan kepada dua orang ulama Betawi, dua orang seniman Betawi, dan dua orang guru Silat Betawi yang dianggap telah berjasa melestarikan budaya betawi.

"Acara nantinya akan dimeriahkan dengan Tarian Garapan, Silat Kolosal, Samrah Betawi, Qosidah, dan Band Betawi. Pasti seru," ungkapnya. (dwi)

Penulis: Joko Supriyanto
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved