Festival Cisadane

Pedagang Klaim Keruk Untung Rp2 Juta per Harinya dalam Festival Cisadane

Pemerintahan Kota Tangerang dalam waktu dekat ini menggelar hajatan besar tahunan yakni Festival Cisadane.

WARTA KOTA/ANDIKA PANDUWINATA
Perhelatan Festival Cisadane 

Laporan Wartawan Wartakotalive.com, Andika Panduwinata

TANGERANG, WARTAKOTALIVE.COM - Pemerintahan Kota Tangerang dalam waktu dekat ini menggelar hajatan besar tahunan yakni Festival Cisadane.

Menurut rencana acara tersebut dihelat mulai 26 Juli - 3 Agustus 2019.

Pagelaran tersebut menuai pro dan kontra dari berbagai kalangan.

Bantaran Sungai Cisadane di Jembatan Berendeng, Kota Tangerang yang dijadikan lokasi perhelatan Festival Cisadane.
Bantaran Sungai Cisadane di Jembatan Berendeng, Kota Tangerang yang dijadikan lokasi perhelatan Festival Cisadane. (Warta Kota/Andika Panduwinata)

Ada yang memberikan kritik, ada pula yang menyambut baik.

Seperti yang diungkapkan oleh Doni (41) satu dari pedagang kaki lima (PKL) yang terbiasa mangkal di Jembatan Berendeng, Gerendeng, Kota Tangerang.

Acara Festival Cisadane pun berlangsung di bantaran Sungai Cisadane, jembatan yang menjadi ikon kota bermoto Akhlakul Karimah ini.

"Iya sudah tau acaranya bentar lagi dimulai. Sudah banyak yang nunggu," ujar Doni saat ditemui Warta Kota di Jembatan Berendeng, Kota Tangerang, Minggu (22/7/2019).

Ia menjelaskan biasanya dirinya selalu berdagang dalam pagelaran acara tersebut.

Dari pagi hingga malam hari.

"Acara ini ditunggu - tunggu, karena memang banyak orang yang datang. Dagangan juga laku," ucapnya.

Doni mengaku dagangan kopi, minuman serta makanan ringan lain miliknya laris manis.

Bahkan stock barang dagangannya pun habis berkali - kali lipat.

"Biasanya dalam sehari acara Festival Cisadane itu, uang Rp2 juta mah sudah ditangan dapatnya," kata Doni.

Hal senada diungkapkan oleh pedagang lainnya yakni Romli (46).

Penjual ketoprak tersebut mengklaim kalau jualannya pasti habis di acara ini.

"Jualan laku, ramai yang datang. Saya memang biasa jualan di Jembatan Beredeng ini. Jadi tidak ada yang usik.

"Paling cuma bayar uang retribusi sampah saja. Tapi enggak apa - apa, yang pentingan dagangan habis," ungkap Romli.

Sumber: WartaKota
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved