Kesehatan

Jangan Tiru Kelakuan Nunung, Ini Bahayanya Konsumsi Narkoba Jenis Sabu bagi Tubuh Kita

Pelawak Srimulat Nunung dan sang suami ditangkap pihak berwajib atas dugaan penyalahgunaan narkoba pada Jumat (19/7/2019) siang.

Jangan Tiru Kelakuan Nunung, Ini Bahayanya Konsumsi Narkoba Jenis Sabu bagi Tubuh Kita
addictioncampuses.com/drdavidwarwick.com
Dampak buruk sabu untuk otak 

PALMERAH, WARTAKOTALIVE.COM -- Pelawak Srimulat Nunung dan sang suami ditangkap pihak berwajib atas dugaan penyalahgunaan narkoba pada Jumat (19/7/2019) siang.

Penangkapan dilakukan di kediaman Nunung di bilangan Tebet Timur, Jakarta Selatan.

Seiring penangkapan tersebut, hashtag #Nunung menjadi trending di media sosial Twitter.

Sejumlah publik figur pun pernah ditangkap kepolisian karena kedapatan mengonsumsi barang haram ini.

Ditakut-Takuti Oknum, Gubernur Sumut Edy Rahmayadi: Sudah Habis Takut Saya

Foto Nagita Slavina Habis Mandi, Handuk Masih Dikenakan di Kepala, Benda di Tangannya Jadi Sorotan

Presenter TVRI Ditemukan Tewas di Selokan Kondisi Tubuh Penuh Luka Tusuk, Sempat Pamit ke Istri

Beberapa di antaranya mengaku memakai sabu guna mendongkrak stamina mereka.

Mengulik lebih jauh, sebenarnya apa yang terjadi pada tubuh pengonsumsi narkotika jenis sabu?

Dokter Adiksi dari Institute of Mental Health Addiction and Neuroscience (IMAN) Jakarta Hari Nugroho menuturkan, sabu atau metafetamin dalam bentuk kristal memiliki pengaruh terhadap kinerja otak.

"Di dalam otak zat ini akan merangsang pengeluaran dopamine sekaligus memblok transporter re-uptake antar sel saraf," kata Hari saat diwawancara Kompas.com, Sabtu (20/7/2019).

Pos Koramil Dikepung, 50 Anggota Kopassus Menyerbu KKB Papua Tanpa Istirahat, Ini Sosok Pemimpinnya

Ramalan Zodiak Cinta Minggu 21 Juli 2019, Cancer Siap Bertengkar, Scorpio Diprotes, Leo Pasang Surut

DISERANG! Anggota TNI Ditembak Mati Kelompok Separatis Saat Amankan Pembangunan Jalan Trans Papua

Hal ini menyebabkan dopamin yang beredar dalam tubuh bertambah hingga ribuan kali dari normal dan menyebabkan tingkat ketergantungan tinggi.

Tubuh secara normal mengeluarkan dopamin saat seseorang melakukan hobi, aktivitas seksual, makan, dan lain-lain.

Halaman
1234
Editor: Andy Pribadi
Sumber: TribunStyle.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved