Pungutan Liar

Jalan Maruda Center Marak Pungli terhadap Sopir Truk, Polsek Tarumajaya Bakal Bangun Pos Polisi

"Kita ingin tidak ada lagi pungli di Jalan Raya Marunda Center kepada pengendara truk yang melintas," ujar Agus Rohmat.

Jalan Maruda Center Marak Pungli terhadap Sopir Truk, Polsek Tarumajaya Bakal Bangun Pos Polisi
Warta Kota/Fitriyandi Al Fajri
Ilustrasi truk terbuka membawa karung isi surat suara Pileg dari Gelanggang Olahraga Remaja (GOR) Jalan Ahmad Yani, Bekasi Selatan, Kota Bekasi. 

Polsek Tarumjaya berencana membangun pos polisi di Jalan Maruda Center, Tarumajaya, Kabupaten Bekasi.

Alasan pembangunan pos polisi di lokasi tersebut menyusul maraknya pungutan liar (pungli) di jalan perbatasan dengan DKI Jakarta itu.

Sebelumnya, sebanyak lima preman berkedok 'Pak Ogah' diamankan Polsek Tarumajaya, Kamis (18/7/2019).

Dua dari Kelima pelaku pungli  masih dibawah umur yakni  Endang (35), MF (16), Muhammad Khadafi (19), RB  (12) dan Ikhwal Fathul (21).

Mereka merupakan warga sekitar yang setiap hari beraksi meminta uang jatah preman kepada sopir truk.

"Iya wacananya seperti itu, tapi sedang kita rapatkan kembali dengan Muspika (musyawarah pimpinan kecamatan--Red) dengan pengelola kawasan Marunda Center," ujar Kapolsek Tarumajaya AKP Agus Rohmat, saat dikonfirmasi, Minggu (21/7/2019).

Irish Bella Kurangi Pekerjaan Demi Janin Kembar yang Sedang Dikandungnya

Alasan Nunung Srimulat Tidak Boleh Dijenguk Sanak Saudara dan Kerabat hingga Minggu Ini

Mainan Gunpla Tingkatkan Kreativitas Penggemar Robot Gundam di Mall Of Indonesia

Agus menuturkan, pos polisi dibangun untuk memantau aktivitas pungli yang marak di lokasi itu.

"Kita ingin tidak ada lagi pungli di Jalan Raya Marunda Center kepada pengendara truk yang melintas," ujarnya.

Dia menambahkan, razia dilakukan terhadap para pelaku pungli atau Pak Ogah yang kerap meminta paksa uang kepada pengendara truk.

Namun, belum ada efek jera dari aksi razia tersebut.

"Mereka balik lagi ke jalan mulu, padahal kita sudah sering melakukan penertiban ini tapi mereka ada lagi ada lagi, kucing-kucingan mulu sama petugas," ucapnya.

Agus menambahkan, pihak Kawasan Maruda Center bahkan kerap mengeluhkan keberadaan Pak Ogah yang membuat para sopir truk resah.

"Mereka minta Rp 1.000 sampai Rp 2.000, walaupun enggak ada paksaan tapi kan jumlah mereka yang banyak dan ini cukup membuat sopir resah," ujar Agus Rohmat.

Penulis: Muhammad Azzam
Editor: Intan Ungaling Dian
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved