Tolak Gerindra Masuk Pemerintahan Jokowi, Effendi Simbolon: Tak Perlu Dimanjakan

POLITIKUS senior Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Effendi Simbolon dengan tegas meminta Partai Gerindra tetap di luar pemerintahan.

Editor: Yaspen Martinus
Tribunnews.com
Effendi Simbolon 

POLITIKUS senior Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Effendi Simbolon dengan tegas meminta Partai Gerindra tetap di luar pemerintahan.

Sebab, ia berpikir, sejak satu tahun lalu mengarungi kompetisi Pilpres 2019, PDIP dan Gerindra memang sudah berseberangan sedari awal.

"Ya iya lah, biar di sana (Gerindra oposisi). Wong berbeda kok," ucap Effendi Simbolon dalam diskusi Polemik di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (20/7/2019).

Keluarga Cendana Serahkan Arsip Mantan Presiden Soeharto ke Negara, Dikumpulkan Selama 30 Tahun

"Satu tahun lebih kita berbeda, dalam tanda petik kita berseberangan," imbuhnya.

Ia juga menyarankan agar pemerintahan Joko Widodo dan seluruh partai politik koalisi, tidak memanjakan Gerindra lewat bentuk-bentuk akomodasi apa pun.

Apalagi, ajang Pilpres hanya kontestasi politik lima tahunan yang digelar secara periodik.

Kota Oxford Berikan Penghargaan kepada Pemimpin Separatis Papua, Indonesia Terluka

"Saya kira cukup. Kami bukan musuh, bukan perang, (ini) hanya kontestasi lima tahunan semata, jadi tak perlu dimanjakan juga," tuturnya.

Menurut Effendi Simbolon, bila partai pimpinan Prabowo Subianto itu diterima masuk dalam koalisi pemerintah, maka langkah tersebut sama saja merusak model demokrasi Indonesia.

Persepsi perpolitikan di Indonesia juga bakal ditafsirkan publik, sebatas bagi-bagi kekuasaan saja.

Pelapor Cabut Laporan, Caleg Gerindra Wahyu Dewanto Batal Jadi Tersangka dan Bukan Buronan Lagi

Hal itu ia khawatirkan dapat berdampak pada peningkatan rasa apatis di tengah masyarakat terhadap dinamika politik di negeri ini.

"Saya kira parpol konsisten lah ketika dia berada berseberangan, berarti berbeda visi."

"Kan air dan minyak tak bisa bersatu, tak mungkin. Tapi semua harus patuh pada negara," tegas Effendi Simbolon.

Dibangun Sejak 1934, Gedung Bekas Bandara Kemayoran Kini Pengap, Berdebu, dan Sampah Berceceran

Sebelumnya, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) merasa janggal bila ada partai politik yang sebelumnya oposisi, kini justru berharap gabung ke kubu pemerintahan Jokowi-Maruf Amin selaku pemenang Pilpres 2019.

Setidaknya ada tiga partai politik oposisi yang ingin merapat. Mereka adalah Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Demokrat, dan Partai Gerindra.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved