Kabar Duka

Sempat Kirim Karya ke Kompas, Arswendo Membicarakan Tuhan dalam Cerpen Terakhirnya

Sempat Kirim Karya ke Kompas, Arswendo Membicarakan Tuhan dalam Cerpen Terakhirnya

Sempat Kirim Karya ke Kompas, Arswendo Membicarakan Tuhan dalam Cerpen Terakhirnya
Kompas/Wawan H Prabowo
Arswendo di rumahnya semasa hidupnya. 

Sastrawan dan jurnalis Arswendo Atmowiloto masih aktif menulis pada usia senjanya. Sebelum maut menjemput, sebuah cerita pendek atau cerpen terakhir  Arswendo berjudul Rahasia sempat dikirimkan ke redaksi harian Kompas.

Hal itu diutarakan oleh Redaktur Sastra Kompas, Putu Fajar Arcana ketika menghadiri misa dan pelepasan jenazah Arswendo di Gereja Katolik Santo Matius Penginjil, Pondok Aren, Tangerang Selatan, Sabtu (20/7/2019).

Putu Fajar Arcana menceritakan, surat elektronik atau email dari Arswendo tidak langsung diketahui lantaran tertumpuk oleh banyaknya email cerpen dari penulis lain.

"Setiap hari bisa hadir sampai 15 cerpen, bertumpuk-tumpuk. Saya sisir satu-satu tiba-tiba ketemu judulnya Rahasia. intinya mas Wendo mulai bicara dengan Tuhan di cerpen itu. Mungkin dia sudah merasa ada yang aneh dengan tubuhnya itu," ungkap Fajar Arcana.

Cerpen itu baru diketahui Fajar Arcana pada 19 Juni 2019 lalu, seusai menjenguk Arswendo yang kesehatannya sudah menurun.

Arswendo, Cerpen Pertama di Rubrik Kompas, dan Misi Humanisme dalam Tulisannya

Redaktur Sastra Kompas, Putu Fajar Arcana di upacara pelepasan jenazah Arswendo Atmowiloto di Gereja Katolik Santo Matius Penginjil, Pondok Aren, Tangerang Selatan, Sabtu (20/7/2019).
Redaktur Sastra Kompas, Putu Fajar Arcana di upacara pelepasan jenazah Arswendo Atmowiloto di Gereja Katolik Santo Matius Penginjil, Pondok Aren, Tangerang Selatan, Sabtu (20/7/2019). (Warta Kota/Zaki Ari Setiawan)

Menurut dia, cerpen Rahasia yang dikirimkan ke Kompas ini memiliki tema yang berbeda dibandingkan dengan karya-karya Arswendo sebelumnya yang kerap bertemakan urban.

Dalam cerpen Rahasia, kata Fajar Arcana, Arswendo menceritakan kedekatannya dengan Tuhan.

"Enggak ada ceritanya, tapi ceritanya sama Tuhan terus, ngomong dengan Tuhan, kayak mengadu, memuji, isinya kira-kira itu," ujarnya.

"Mungkin Kompas akan menurunkannya setelah pemakaman beliau, mungkin minggu-minggu berikut akan ada kejutan dari Kompas cerpennya mas Wendo yang ditulis. Saya kira ini cerpen terakhir yang ditulis mas Wendo dalam keadaan hampir sekarat sepertinya," imbuhnya.

Setelah berjuang melawan kanker prostat, Arswendo wafat di kediamannya, Komplek Kompas, Pesanggrahan, Jakarta Selatan, Jumat (19/7/2019) sore.

Tutup usia pada umur 70 tahun, Arswendo meninggalkan seorang istri, tiga anak, dan enam cucu.

Karya monumental yang ditulis Arswendo adalah Keluarga Cemara yang sempat diangkat ke layar kaca pada era 90-an dan kembali diangkat ke layar lebar pada awal 2019 lalu.

Penulis: Zaki Ari Setiawan
Editor: Mirmo Saptono
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved