PKB Tak Rela Parpol yang Gaungkan Narasi Pemilu Curang Diajak Gabung Pemerintah Jokowi-Maruf Amin

PKB merasa janggal bila ada partai politik yang sebelumnya oposisi, kini justru berharap gabung ke kubu pemerintahan Jokowi-Maruf Amin.

PKB Tak Rela Parpol yang Gaungkan Narasi Pemilu Curang Diajak Gabung Pemerintah Jokowi-Maruf Amin
ANTARA / Bayu Prasetyo
Calon presiden nomor urut 01 Joko Widodo bersama sejumlah ketua umum parpol koalisi Indonesia Kerja di Restoran Plataran, Jakarta,Kamis (18/4/2019). 

PARTAI Kebangkitan Bangsa (PKB) merasa janggal bila ada partai politik yang sebelumnya oposisi, kini justru berharap gabung ke kubu pemerintahan Jokowi-Maruf Amin selaku pemenang Pilpres 2019.

Setidaknya ada tiga partai politik oposisi yang ingin merapat. Mereka adalah Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Demokrat, dan Partai Gerindra.

Menurut Maman Imanulhaq, Koalisi Indonesia Kerja yang diisi 10 parpol, selama setahun kampanye Pilpres 2019, merasakan begitu banyak narasi pemilu curang yang digaungkan kuat kubu oposisi.

Wiranto: Rizieq Shihab Langgar Aturan di Arab Saudi, Tidak Ada Rekayasa untuk Menghalangi Pulang

"Sudah satu tahun mengarungi kampanye Pilpres 2019 yang dibumbui begitu banyak narasi politik," ujar Dewan Syura DPP PKB itu dalam diskusi Polemik di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (20/7/2019).

"Termasuk, gaungan kuat narasi kecurangan Pemilu dari kubu sebelah," sambungnya.

Selama satu tahun pula, lanjutnya, para relawan mereka di akar rumput sibuk mengklarifikasi tuduhan narasi curang itu, dengan menguatkan keyakinan masyarakat terhadap Jokowi-Maruf Amin.

Undian Kualifikasi Piala Dunia 2022 Zona Asia Bikin Pelatih Timnas Indonesia Susah Tidur

"Selama satu tahun kita meyakinkan harus memilih Jokowi-Maruf Amin, walau kita berhadapan dengan begitu banyak narasi politik termasuk narasi kecurangan," ungkapnya.

Maman Imanulhaq menyayangkan jika segala jerih payah para relawan dan jajaran kader partai koalisi, dicederai dengan sikap akomodasi yang diberikan presiden terpilih.

"Tiba tiba, semuanya itu seolah-olah diakhiri 'oh iya masuk aja'," ucapnya.

Kata Juru Bicara Tomy Winata, Pengacara yang Aniaya Hakim Orangnya Kalem dan Sangat Sabar

"Politik adalah seni segala kemungkinan. Tapi, ini sangat menyakiti teman-teman relawan dan ini agak ganggu demokrasi," tutur Maman Imanulhaq.

Halaman
1234
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved