Berita Video

VIDEO: Ahlinya Komplotan Penipu Modus Anak Kecelakaan, Bisa Tirukan Suara Perempuan Via Telepon

Salah seorang tersangka yakni M, diketahui mampu menirukan berbagai karakter suara, dari dokter, guru hingga apoteker.

VIDEO: Ahlinya Komplotan Penipu Modus Anak Kecelakaan, Bisa Tirukan Suara Perempuan Via Telepon
Warta Kota
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono konpers pengungkapan sejumlah kasus di Subdit Resmob Polda Metro Jaya, Jumat (19/7/2019) sore. 

Awalnya sebagai guru pria ia menelpon ortu siswa dengan memberikan informasi bahwa anak korban mengalami kecelakaan di toilet dan dirawat di rumah sakit.

"Saat menelpon tersangka akan memberikan nomor kontak guru perempuan yang disebut mendampingi anak korban," katanya.

VIDEO: PLTSa Sumur Batu Belum Juga Beroperasi Karena Miskomunikasi

Sehingga korban kemudian menghubungi nomor telepon guru perempuan itu. "Sehingga korban menghubungi guru perempuan yang dimaksud, dan M ini yang menjadi guru perempuan itu dengan suara perempuannya," kata Argo.

Saat dihubungi korban, sang guru perempuan yang diperankan M mengaku bersama dokter yang menangani anak korban. "Sang guru perempuan lalu seakan-akan menyuruh sang dokter bicara ke korban. Dan M kembali memerankan suara dokter dengan suaranya," kata Argo.

Dengan peran suara dokter ini, M akan meminta keluarga untuk menyediakan dan membeli alat khusus tertentu untuk mencegah gegar otak korban.

"Ia akan menyuruh korban menghubungi pihak apotik penyedia alat itu. Dan lagi-lagi M ini yang berperan sebagai petugas apotek dan meminta korban mentransfer uang agar alat untuk mencegah gegar otak dikirimkan ke rumah sakit," kata Argo.

Selanjutnya, kata Argo mereka tinggal menunggu korban mentransfer uang.

"Jika transfer uang agak lama, tersangka AZ akan menelepon keluarga korban untuk memastikan apakah keluarga korban sudah mentransfer sejumlah uang atau belum. Kalau korban belum telepon atau transfer, dia yang akan memastikan lagi kepada korban," kata Argo.

Setelah korban mentransfer sejumlah uang tersebut, kata Argo, selanjutnya korban melakukan pengecekan ke sekolah dan ternyara anak korban diketahui tidak ada apa-apa. "Saat itulah korban sadar menjadi korban penipuan dan membuat laporan ke polisi," katanya.

Ketiga tersangka kata Argo ditangkap di sebuah Apartemen di kawasan Jakarta Utara. Ketiganya berasal dari Sulawesi Selatan. Adapun ketiga tersangka ini selalu beraksi tiap satu kali seminggu.

Halaman
123
Penulis: Budi Sam Law Malau
Editor: Ahmad Sabran
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved