Breaking News:

Tutut Jelaskan Alasan Soeharto Pilih Kata Berhenti dan Bukan Mundur Saat Lengser pada 1998 Silam

PUTRI sulung Presiden kedua RI Soeharto, Siti Hardiyanti Rukmana, mengungkapkan proses sang ayah turun takhta pada tahun 1998 silam.

Editor: Yaspen Martinus
Wikimedia Commons
PRESIDEN Soeharto saat mengumumkan berhenti, di Istana Merdeka, Jakarta pada 21 Mei 1998. 

Tutut juga menceritakan, sang ayah pada tahun 1998 tak ingin memaksakan diri untuk terus memimpin, lantaran tak ingin ada lagi korban yang berjatuhan.

"Terus kalau ditanya, kenapa tidak terus memimpin? Dijawab kalau saya terus, berarti akan banyak remaja dan generasi yang jadi korban."

Pelapor Cabut Laporan, Caleg Gerindra Wahyu Dewanto Batal Jadi Tersangka dan Bukan Buronan Lagi

"Karena itu sudah tidak dipercaya lagi kok memaksakan diri, lebih baik berhenti. Jadi biar generasi lain yang teruskan," tuturnya.

Soeharto mengumumkan berhenti sebagai Presiden, pada 21 Mei 1998.

Pidato Soeharto berhenti dibacakan di Istana Merdeka sekitar pukul 09.00 WIB.

Ini Alasan Dinas Kehutanan Bongkar Instalasi Bambu Seharga Rp 550 Juta di Bundaran HI

Berikut ini isi pidato lengkap Soeharto saat berhenti sebagai Presiden:

PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

BREAKING NEWS: Warga Bandung Tewas Ditabrak Saat Mengecek Ban di Tol Bandara, Pelaku Kabur

Sejak beberapa waktu terakhir, saya mengikuti dengan cermat perkembangan situasi nasional kita.

Terutama, aspirasi rakyat untuk mengadakan reformasi di segala bidang kehidupan berbangsa dan bernegara.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved