Tutut Jelaskan Alasan Soeharto Pilih Kata Berhenti dan Bukan Mundur Saat Lengser pada 1998 Silam

PUTRI sulung Presiden kedua RI Soeharto, Siti Hardiyanti Rukmana, mengungkapkan proses sang ayah turun takhta pada tahun 1998 silam.

Tutut Jelaskan Alasan Soeharto Pilih Kata Berhenti dan Bukan Mundur Saat Lengser pada 1998 Silam
Wikimedia Commons
PRESIDEN Soeharto saat mengumumkan berhenti, di Istana Merdeka, Jakarta pada 21 Mei 1998. 

PUTRI sulung Presiden kedua RI Soeharto, Siti Hardiyanti Rukmana, mengungkapkan proses sang ayah turun takhta pada tahun 1998 silam.

Perempuan yang kerap disapa Mbak Tutut ini mengatakan, ayahnya saat itu bukan mengundurkan diri sebagai Presiden, melainkan berhenti bertugas sebagai orang nomor satu di Indonesia.

Hal itu disampaikan Tutut saat ditemui di sela penyerahan arsip Soeharto di Gedung Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI), Cilandak, Jakarta Selatan, Kamis (18/7/2019).

Keluarga Cendana Serahkan Arsip Mantan Presiden Soeharto ke Negara, Dikumpulkan Selama 30 Tahun

"Saya koreksi, bukan mundur, tapi berhenti. Bapak (Soeharto) pakai istilah berhenti. Beliau (Soeharto) cari kata berhenti di UUD 1945," ungkapnya.

Ia beralasan, penggunaan diksi berhenti dinilai sang ayah lebih tepat ketimbang mengundurkan diri.

Pandangan ayahnya, diksi mundur diartikan belum selesai bertugas dan tidak bertanggung jawab pada pekerjaan.

Kota Oxford Berikan Penghargaan kepada Pemimpin Separatis Papua, Indonesia Terluka

Sedangkan diksi berhenti melakukan pekerjaan, namun pemberi kerja sudah tidak percaya lalu diberhentikan.

"Beliau (Soeharto) katakan, kalau disebut mengundurkan diri, berarti belum selesai bertugas, sudah mundur, itu artinya enggak tanggung jawab."

"Tapi kalau berhenti, sedang kerja, yang mempekerjakan itu tidak percaya, maka berhenti."

Umur Instalasi Bambu Seharga Rp 550 Juta Tak Sampai Setahun, Ketua Fraksi PDIP Merasa Dibohongi

"Jadi istilah itu diterapkan, bukan mengundurkan diri, tapi berhenti," ulas Tutut.

Halaman
1234
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved