Novel Baswedan Diteror

TPF Polri Sebut Novel Baswedan Diserang karena Penggunaan Kewenangan Berlebihan, KPK Bingung

KPK merasa heran ketika tahu dugaan excessive use of power atau bekerja melampaui batas kewenangan, menjadi motif teror penyerangan terhadap Novel Ba

TPF Polri Sebut Novel Baswedan Diserang karena Penggunaan Kewenangan Berlebihan, KPK Bingung
Warta Kota/Henry Lopulalan
Penyidik KPK Novel Baswedan saat menjadi saksi dalam sidang kasus perintangan penyidikan perkara korupsi dengan terdakwa Lucas di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Kamis (10/1/2019). Sidang dengan terdakwa pengacara dari Eddy Sindoro itu beragendakan mendengarkan keterangan lima orang saksi yang dihadirkan Jaksa Penuntut Umum salah satunya Novel Baswedan. 

KOMISI Pemberantasan Korupsi (KPK) merasa heran ketika tahu dugaan excessive use of power atau bekerja melampaui batas kewenangan, menjadi motif teror penyerangan terhadap Novel Baswedan.

Sebab, kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah, teori itu datangnya dari persepsi pelaku.

Padahal, Tim Pencari Fakta (TPF) bentukan Polri belum bisa mengungkap aktor penyerangan terhadap penyidik senior KPK tersebut.

Keluarga Cendana Serahkan Arsip Mantan Presiden Soeharto ke Negara, Dikumpulkan Selama 30 Tahun

"Kalau kita baca di siaran pers itu secara hati-hati, yang disebut di sana adalah persepsi dari pelaku penyerang Novel."

"Jadi logikanya pelaku penyerang Novel tersebut merasa keberatan atau mungkin juga marah, atau mungkin hal-hal yang lain."

"Karena, menurut rilis itu, karena menurut pelaku Novel melakukan excessive use of power," ujar Febri Diansyah di Gedung Merah Putih KPK, Setiabudi, Jakarta Selatan, Kamis (18/7/2019).

Kota Oxford Berikan Penghargaan kepada Pemimpin Separatis Papua, Indonesia Terluka

"Pertanyaannya, dari mana tim pencari fakta tahu persepsi dari pelaku?"

"Apakah TPF sudah melakukan pemeriksaan terhadap pelaku sehingga bisa mengambil kesimpulan itu?"

"Atau itu hanya diambil sebagai kesimpulan yang kita tidak tahu dasarnya dari mana?" Tanya Febri Diansyah.

Umur Instalasi Bambu Seharga Rp 550 Juta Tak Sampai Setahun, Ketua Fraksi PDIP Merasa Dibohongi

Ia mengatakan, hal tersebut tidak terjelaskan kepada publik.

Halaman
1234
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved