Proses Belajar SMPN 21 Terganggu Proyek Tol, Wakil Wali Kota Tangerang Minta JORR Bertanggung Jawab

WAKIL Wali Kota Tangerang Sachrudin hadir dalam Rapat Pembahasan Dampak Pembangunan Jalan Tol Kunciran-Bandara Soetta dan Kunciran-Serpong.

Proses Belajar SMPN 21 Terganggu Proyek Tol, Wakil Wali Kota Tangerang Minta JORR Bertanggung Jawab
Istimewa
Rapat Pembahasan Dampak Pembangunan Jalan Tol Kunciran-Bandara Soetta dan Kunciran-Serpong di Gedung Bina Graha, Kantor Staf Presiden RI, Jakarta, Kamis (18/7/2019), yang dihadiri Wakil Wali Kota Tangerang Sachrudin. 

"Saya minta pihak JORR untuk bertanggung jawab penuh atas dampak yang terjadi, agar proses belajar mengajar tidak terganggu di SMPN 21 Kota Tangerang."

WAKIL Wali Kota Tangerang Sachrudin bersama Plt Kepala Bappeda Kota Tangerang Said Endrawiyanto hadir dalam Rapat Pembahasan Dampak Pembangunan Jalan Tol Kunciran-Bandara Soetta dan Kunciran-Serpong.

Kegiatan ini dilaksanakan di Ruang Rapat Gedung Bina Graha, Kantor Staf Presiden RI, DKI Jakarta, Kamis (18/7/2019).

Progres Pembangunan Jalan Tol Kunciran-Bandara Soetta dan Kunciran-Serpong yang menjadi bagian dari Jaringan Jalan Toll Jakarta Outer Ring Road Tahap II (JORR II) ditargetkan selesai awal tahun 2020.

Namun selama pembangunan tersebut, ada dampak yang terjadi, seperti di SMPN 21 Kota Tangerang, di mana para siswanya terganggu dengan debu yang beterbangan . Sachrudin pun menginginkan pihak JORR bertanggung jawab penuh.

Prihatin Siswa SMPN 21 Tiap Hari Pakai Masker, Pihak Dinkes Usul Dipindah Dulu ke Sekolah Lain

Siswa SMPN 21 Terus Hirup Debu Proyek Tol Kunciran, Begini Dampaknya Jika Keseringan

Suasana di kelas 8i SMPN 21 Kota Tangerang pada Senin (15/7/2019) di hari pertama masuk sekolah. Mereka menutup mulut dan hidung menghindari debu - debu proyek Tol Kunciran - Bandara Soetta yang menyelinap masuk ke ruang kelas.
Suasana di kelas 8i SMPN 21 Kota Tangerang pada Senin (15/7/2019) di hari pertama masuk sekolah. Mereka menutup mulut dan hidung menghindari debu - debu proyek Tol Kunciran - Bandara Soetta yang menyelinap masuk ke ruang kelas. (Wartakotalive.com/Andika Panduwinata)

"Saya minta pihak JORR untuk bertanggung jawab penuh atas dampak yang terjadi, agar proses belajar mengajar tidak terganggu di SMPN 21 Kota Tangerang," ujar Sachrudin.

"Ini harus ada langkah cepat dari pihak JORR agar dampak sosial ini bisa selesai secara permanen," ucapnya.

Senada dengan Wakil Wali Kota Tangerang, Plt. Kepala Bappeda Kota Tangerang Said Endrawiyanto menambahkan bahwa pihak JORR harus menjalankan apa yang tertuang di dalam Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL).

"Saya tahu pihak JORR akan menanam pohon di sekitar lokasi sekolah SMPN 21, tapi maksud saya tidak hanya sekadar memasang atau menanam pohon saja, tapi harus sesuai yang dianjurkan AMDAL tersebut," kata Said.

"Misal pohon bambu yang fungsinya untuk meredam kebisingan, intinya harus sesuai sama dokumen lingkungan. Dan langkah - langkah tersebut harus segera dilakukan agar murid - murid SMPN 21 Kota Tangerang tidak terganggu," imbuhnya. 

Penulis: Andika Panduwinata
Editor: Fred Mahatma TIS
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved