Komoditas Pangan

Pedagang Eceran Ogah Turunkan Harga Cabai Merah Kering, Ini Alasannya

Pedagang sayur di pasar-pasar tradisional masih enggan menurunkan harga cabai merah kering

Pedagang Eceran Ogah Turunkan Harga Cabai Merah Kering, Ini Alasannya
Wartakotalive.com/Rangga Baskoro
Pedagang cabai merah di Pasar Induk Kramat Jati menurunkan kuantitas dagangan lantaran tingginya harga, Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, Jumat (19/7). 

Laporan wartawan wartakotalive.com, Rangga Baskoro

KRAMAT JATI, WARTAKOTALIVE.COM -- Pedagang sayur di pasar-pasar tradisional masih enggan menurunkan harga cabai merah kering.

Mereka mengaku harga melonjak saat mereka membeli cabai di Pasar Induk Kramat Jati.

"Di induknya saja sudah mahal mas. Ya kami juga mau enggak mau naikin harga," ucap Wira (34) pedagang cabai eceran di Pasar Kramat Jati, Jakarta Timur, Jumat (19/7).

Berdasarkan pengakuan pedagang di Pasar Induk Kramat Jati, harga per kilogram cabai merah kering berkisar Rp 55-65 ribu.

Sementara itu, Wira bersama pedagang sayur lainnya menjual seharaga Rp 80-85 ribu per kilogram.

"Kami bakal nurunin kalau memang di Induknya sudah stabil. Pas saya tanya ke mereka kenapa harganya mahal, mereka bilang gara-gara kemarau, stoknya jadi terbatas," ujarnya.

Sementara itu, Kurniawan (29) seorang pedagang grosiran di Pasar Induk Kramat Jati, mengaku tak bisa berbuat banyak terkait tingginya harga cabai di pedagang eceran.

"Kalau kami kan rekanannya ya pedagang eceran juga. Kami enggak bisa juga kan minta mereka jangan mahal-mahal di ecerannya. Itu terserah mereka mau jual berapa," kata Kurniawan.

Solusinya, sambung Kurniawan, pemerintah harus menggelar operasi pasar di pasar-pasar tradisional agar kejadian tahun lalu, ketika cabai merah menembus harga Rp 100 ribu per kilogram, tidak terulang kembali.

"Tahun lalu itu paling parah. Sampai 100 ribu per kilogram. Karena sepertinya ini sulit turun kalau enggak ada upaya buat irigasi ke petani cabai. Di sana tanahnya kering, jadi cabai sulit tumbuh," ungkapnya. (abs)

Penulis: Rangga Baskoro
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved