Pemilu 2019

Kalah Saing, Caleg Faraouk Gugat Pesaingnya Evi Apita Maya karena Foto Dianggap Terlalu Cantik

Dalam dalilnya, Farouk mempersoalkan foto pencalonan pesaingnya bernama Evi Apita Maya yang juga maju di Dapil NTB.

Kalah Saing, Caleg Faraouk Gugat Pesaingnya Evi Apita Maya karena Foto Dianggap Terlalu Cantik
Kolase foto (visioner/kompas.com)
Caleg DPD Farouk Muhammad dan Evi Apita Maya dari NTB 

Caleg Dewan Perwakilan Daerah dari Provinsi Nusa Tenggara Barat - Caleg DPD NTB Evi Apita Maya, digugat ke ke Mahkamah Konstitusi ( MK) karena dianggap memanipulasi foto pencalonan dirinya sehingga nampak lebih cantik.

Adalah Caleg DPD NTB Farouk Muhammad, yang menggugat hasil pemilu DPD yang ditetapkan Komisi Pemilihan Umum (KPU), ke MK.

Dalam dalilnya, Farouk mempersoalkan foto pencalonan pesaingnya bernama Evi Apita Maya yang juga maju di Dapil NTB.

Mulan Jameela Tetap Gugat Prabowo Subianto, KPU: Gugatannya Salah Alamat Tuh

Menurut Farouk, Evi telah melakukan manipulasi dengan mengedit foto pencalonan dirinya di luar batas wajar.

Sehingga, hal ini dapat disebut sebagai pelanggaran administrasi pemilu.

"Dilakukan satu tindakan berlaku tidak jujur bahwa calon anggota DPD RI dengan nomor urut 26 atas nama Evi Apita Maya diduga telah melakukan manipulasi atau melakukan pengeditan terhadap pas foto di luar batas kewajaran," kata Kuasa Hukum Farouk, Happy Hayati, kepada Majelis Hakim di Gedung MK, Jakarta Pusat, Jumat (12/7/2019).

14 Caleg Gugat Partai Gerindra, Ada Mulan Jameela dan Keponakan Prabowo, Ini Kata Andre Rosiade

Terungkap, dalam persidangan perselisihan hasil pemilihan umum (PHPU) Pileg di MK, Kamis (18/7/2019), rupanya Farouk sudah lama mempersoalkan foto Evi yang dinilai terlalu cantik.

Caleg Farouk Muhammad

Hal itu diperjelas oleh Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) NTB M. Khuwailid yang dihadirkan sebagai pemberi keterangan mengatakan, Farouk juga pernah mempersoalkan hal yang sama ketika proses Pemilu sedang berlangsung.

"Jadi dia (pihak Farouk), pernah datang ke Bawaslu, (melaporkan) bahwa terjadi pelanggaran administrasi terkait penggunaan foto editan (Evi Apita Maya)," kata Khuwailid kepada majelis hakim.

Kala itu, Farouk berpendapat, Evi memanipulasi masyarakat dengan mengedit fotonya yang terpampang pada alat peraga kampanye (APK) dan surat suara.

Halaman
1234
Editor: Dian Anditya Mutiara
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved