Komoditas Pangan

Ini Alasan Selama Musim Kemarau Harga Cabai Merah Kering Sulit Turun

Harga cabai merah kering di Pasar Induk Kramat Jati masih menyentuh harga Rp 55-65 ribu per kilogram

Ini Alasan Selama Musim Kemarau Harga Cabai Merah Kering Sulit Turun
Wartakotalive.com/Rangga Baskoro
Pedagang cabai merah di Pasar Induk Kramat Jati menurunkan kuantitas dagangan lantaran tingginya harga, Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, Jumat (19/7). 

Laporan Wartawan Wartakotalive.com, Rangga Baskoro

KRAMAT JATI, WARTAKOTALIVE.COM -- Harga cabai merah kering di Pasar Induk Kramat Jati masih menyentuh harga Rp 55-65 ribu per kilogram.

Terbatasnya stok cabai menyebabkan harga tak kunjung turun sejak sepekan lalu.

Jaka (21) seorang pedagang cabai merah kering menuturkan musim kemarau menjadi faktor utama masih tingginya harga cabai merah.

"Sepertinya sulit turun harganya karena ini faktornya kemarau, jadi tanahnya kering dan sulit air di kebunnya," ujar Jaka di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, Jumat (19/7).

Hal itu menyebabkan pemasok cabai yang berasal dari daerah Maja, Jawa Barat dan Demak, Jawa Tengah terpaksa menaikan harga kepada para pedagang grosiran.

Sementara itu, Kurniawan (29) mengatakan terbatasnya stok membuat para pedagang grosiran harus bersaing dengan pedagang lainnya lantaran ketersediaan cabai mulai menipis.

"Kami kan jadinya enggak enak sama teman (antar pedagang lain). Jadinya rebutan kalau mau beli barang. Sementara stoknya kan sedikit," ungkap Kurniawan.

Belum lagi, para pedagang pun masih harus memutar otak apabila cabai yang dibelinya tak laku di pasaran lantaran harganya terlalu tinggi.

"Solusinya kalau enggak laku, ya terpaksa jual murah. Daripada busuk. Karena cabai kering begimi hanya tahan 1 hari saja," katanya.

Kurniawan mengharapkan agar pemerintah bisa menyediakan sarana irigasi tambahan kepada petani cabai untuk mengatasi permasalahan kekeringan yang memperlambat pertumbuhan cabai.

"Faktornya belum numbuh buah, pohonnya sudah mati. Aturan panen bulan ini jadi enggak panen karena kemarau panjang. Ini kayaknya bakal naik lagi harganya selama musim kemarau," tutur Kurniawan. (abs)

Penulis: Rangga Baskoro
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved