Berita Jakarta

Ibu Kota Jakarta Tanpa Pemimpin, DPRD Sebut Masyarakat Bisa Merasa Diabaikan

IBU KOTA JAKARTA saat ini berjalan tanpa kemudi. Pasalnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan masih melakukan kunjungan kerja di luar negeri.

Ibu Kota Jakarta Tanpa Pemimpin, DPRD Sebut Masyarakat Bisa Merasa Diabaikan
Istimewa
BALAI KOTA DKI Jakarta 

Menurut Sekretaris Fraksi PDI Perjuangan DPRD DKI Jakarta Dwi Rio Sambodo, Anies dan Saefullah harus bisa lebih baik dalam pengaturan waktu, sehingga Jakarta tidak berjalan tanpa pilot seperti saat ini.

IBU KOTA JAKARTA saat ini berjalan tanpa kemudi. Pasalnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan masih melakukan kunjungan kerja di luar negeri.

Sedangkan Sekretaris Daerah (Sekda) Saefullah yang diembankan tugas sebagai Pelaksan harian (Plh) Gubernur, hari Kamis bertolak ke Semarang Jawa Tengah.

Adapun kepergian Saefullah untuk menghadiri acara Pemberitahuan Penerimaan Penghargaan Top 99 Inovasi Pelayanan Publik Tahun 2019.

Soal Pembuangan Sampah Depok ke Nambo, Kang Emil: Izin dari Saya Sudah, Depok Hanya Perlu Bersabar

Proses Belajar SMPN 21 Terganggu Proyek Tol, Wakil Wali Kota Tangerang Minta JORR Bertanggung Jawab

Jelang Laga Persija Vs PSM, Persija Akan Korek Kelemahan PSM Melalui 3 Mantan Pemainnya

Sekretaris Fraksi PDI Perjuangan DPRD DKI Jakarta Dwi Rio Sambodo angkat bicara.

Menurutnya, hal ini tak elok dilakukan karena bisa membuat warga Ibu Kota merasa diabaikan oleh pemimpin.

"Kalau begitu, masyarakat merasa dalam posisi diabaikan dalam kepemimpinan pemerintahan daerah," ujar Rio kepada Wartakotalive.com, Kamis (18/7/2019).

Terlebih posisi Wakil Gubernur DKI hingga kini masih kosong.

Menurut dia, Anies dan Saefullah harus bisa lebih baik dalam pengaturan waktu, sehingga Jakarta tidak berjalan tanpa pilot seperti saat ini.

"Seharusnya ada pengaturan waktu di antara mereka. Apalagi posisi Sekda sebagai pelaksana Gub, soalnya sekarang kan posisi Wagub masih kosong," ungkap Rio.

Ia berharap kejadian seperti ini tak terulang kembali, meskipun hanya satu hari.

"Untuk berikutnya harus ada koreksi mendasar tentang penataan waktu kegiatan luar, biar tidak bentrok," kata Rio. (M16)

Penulis: Anggie Lianda Putri
Editor: Fred Mahatma TIS
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved