Breaking News:

Wisata

Festival Cisadane Tampil Beda dengan Sejumlah Perubahan dan Perlombaan Baru

Festival Cisadane 2019 berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Ada penampilan atau perlombaan yang baru dari acara itu.

Warta Kota/Andika Panduwinata
Bantaran Sungai Cisadane di Jembatan Berendeng, Kota Tangerang yang dijadikan lokasi perhelatan Festival Cisadane. 

Pagelaran Festival Cisadane dihelat di Cisadane oleh Pemerintahan Kota Tangerang mulai pekan depan.

Acara ini merupakan hajatan besar yang digelar setiap tahunnya.

Kepala Dinas Budaya dan Pariwisata Kota Tangerang, Raden Rina Hernaningsih menjelaskan Festival Cisadane 2019 berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya.

Ada penampilan atau perlombaan yang baru dari acara itu.

"Jadi makin ramai nanti, karena ada tinju dan pencak silat," ujar Rina kepada Warta Kota, Jumat (19/7/2019).

Suami Balas Dendam Mendobrak Pintu Rumah Pebinor dan Mengikatnya di Dinding Kemudian Dikebiri

Tarung bebas tersebut bakal mewarnai rangkaian dalam Festival Cisadane dan diyakini dapat menjadi magnet atau daya tarik masyarakat.

"Di tahun ini juga ada penampilan jet sky. Atraksi di atas air ini bisa mengundang decak kagum para penonton," ucapnya.

Rina menerangkan, Festival Cisadane mulai digelar sedari tanggal 26 Juli - 3 Agustus 2019. Acara tersebut berlokasi di sekitaran Sungai Cisadane, Jembatan Berendeng, Kota Tangerang.

"Selain itu, ada juga lomba perahu naga, perahu hias, pagelaran budaya dan masih banyak lagi yang lainnya," kata Rina.

Ada Wajah Bayi Kembar di Lutut Gadis yang Awalnya Dianggap Tidak Wajar Kemudian Malah Bangga

Festival Cisadane Bakal Dimeriahkan Band Kotak dan Nidji di Bantaran Sungai Cisadane Pekan Depan

Batik Betawi Mulai Bangkit, Festival Batik Terogong 2019 Jadi Ajang Promosi

Sebelumnya, terkuak, untuk menyambut bulan suci Ramadan, warga Kampung Babakan, Kota Tangerang menjalani ritual tahunan dengan cara membersihkan rambut di Sungai Cisadane atau dikenal dengan nama keramas merang.

Ratusan warga ramai-ramai berkumpul di pinggir Sungai Cisadane untuk keramas menggunakan merang dan membilasnya dengan air Sungai Cisadane.

Wali Kota Tangerang, Arief R Wismansyah mengatakan, tradisi keramas merang sudah menjadi tradisi milik warga Tangerang yang rutin dilakuan menjelang bulan puasa.

"(Keramas merang) dilakukan oleh warga Babakan dalam rangka menyambut bulan suci Ramadan, ini juga merupakan budaya masyarakat lokal," tutur Arief yang melihat langsung tradisi keramas merang, Sabtu (4/5/2019).

Tradisi keramas merang jelang Ramadan di Sungai Cisadane, Kota Tangerang, Sabtu (4/5/2019).
Tradisi keramas merang jelang Ramadan di Sungai Cisadane, Kota Tangerang, Sabtu (4/5/2019). (Warta Kota/Zaki Ari Setiawan)

Merang adalah bekas tangkai padi yang sudah dibakar kemudian direndam. Sebelum menggunakan sampo, warga sudah lebih dulu menggunakan merang untuk membersihkan rambut.

Tua, muda, sampai anak-anak terlihat ikut meramaikan tradisi keramas merang dengan membersihkan kepala sampai badan menggunakan merang.

Tradisi keramas merang yang dilakukan warga Tangerang diketahui sudah rutin digelar sejak 1990 silam.

"Orangtua kami menggunakan merang buat keramas, tapi merang sudah mulai susah dicari jadi dicampur dengan sampo," ucap warga Kampung Babakan, Indah (36).

Indah juga menyayangkan dengan kondisi Sungai Cisadane yang semakin hari semakin memprihatinkan akibat banyaknya sampah.

"Tapi kami tetap menjalankannya, karena ini sudah seperti tradisi buat kami," imbuh Indah.

Penulis: Andika Panduwinata
Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved