Efek Perang Dagang, China Pilih Jalin Hubungan Erat dengan Rusia

Suasana perang dagang masih kuat antara Amerika Serikat dan China, China menjalin hubungan yang lebih erat dengan Rusia.

Efek Perang Dagang, China Pilih Jalin Hubungan Erat dengan Rusia
thinkstockphotos
Ilustrasi. Suasana perang dagang masih kuat antara Amerika Serikat dan China, China menjalin hubungan yang lebih erat dengan Rusia. 

Kesepakatan dagang itu untuk meningkatkan perdagangan bilateral dari 107 miliar dollar AS  pada 2018 menjadi 200 miliar dollar AS per tahun dalam Forum Ekonomi Internasional di St Petersburg pada bulan Juni lalu.

Rusia akan meningkatkan produksi dan ekspor kedelainya ke China dalam upaya untuk mengisi celah di pasar yang ditinggalkan oleh Amerika Serikat.

WARTA KOTA, PALMERAH--- Suasana perang dagang masih kuat antara Amerika Serikat dan China, China menjalin hubungan yang lebih erat dengan Rusia.

China jalin erat dengan Rusia termasuk soal perdagangan kedelai yang selama ini banyak dikeluhkan oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

Dilansir dari South China Morning Post seperti dikutip dari Kontan, Menteri Perdagangan China Zhong Shan menjalin kesepakatan dengan Rusia untuk memperkuat perdagangan kedelai dan produk pertanian lainnya.

Kenapa Masyarakat Lebih Suka Tukar Tambah Ponsel Dibandingkan Diskon?

Zhong bertemu dengan Menteri Rusia untuk Pengembangan Ekonomi Maxim Oreshkin untuk membahas langkah kedua negara untuk mendorong perdagangan bilateral.

Pertemuan tersebut terjadi setelah Presiden Xi Jinping dan Presiden Rusia Vladimir Putin melakukan kesepakatan dagang.

Kesepakatan dagang itu untuk meningkatkan perdagangan bilateral dari 107 miliar dollar AS  pada 2018 menjadi 200 miliar dollar AS per tahun dalam Forum Ekonomi Internasional di St Petersburg pada bulan Juni lalu.

Senator Amerika Serikat Minta FBI Selidiki Aplikasi FaceApp, Apa Alasannya?

Pada sebuah forum investasi di Moskow tahun lalu, Putin mengatakan, Rusia akan meningkatkan produksi dan ekspor kedelainya ke China dalam upaya untuk mengisi celah di pasar yang ditinggalkan oleh Amerika Serikat.

China sebenarnya menghentikan impor kedelai dari Amerika Serikat yang merupakan pemasok terbesarnya, setelah memberlakukan tarif sebesar 25 persen pada impor kedelai.

Halaman
12
Editor: Aloysius Sunu D
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved