Lingkungan Hidup

Dua Bulan Tidak Diguyur Hujan, Pemkot Jakut Pastikan Belum Ada Laporan Kesulitan Air Bersih

Pemerintah Kota Jakarta Utara memastikan sejauh ini tidak ada kesulitan air bersih yang dirasakan oleh warga selama musim kemarau berlangsung.

Dua Bulan Tidak Diguyur Hujan, Pemkot Jakut Pastikan Belum Ada Laporan Kesulitan Air Bersih
Warta Kota/Junianto Hamonangan
Wakil Wali Kota Jakarta Utara Ali Maulana Hakim di Halaman Plaza Barat Kantor Wali Kota Jakarta Utara. 

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyebutkan Jakarta Utara sudah sekitar 60 hari lebih tidak turun hujan.

Namun demikian Pemerintah Kota Jakarta Utara memastikan sejauh ini tidak ada kesulitan air bersih yang dirasakan oleh warga selama musim kemarau berlangsung.

Wakil Wali Kota Jakarta Utara Ali Maulana Hakim mengatakan sejauh ini di wilayahnya tidak ada kendala air bersih.

Ini Alasan Selama Musim Kemarau Harga Cabai Merah Kering Sulit Turun

Endemi Nyamuk Demam Berdarah Masih Berkembang Biak Meski Sudah Masuk Musim Kemarau

Pasokan air bersih masih bisa dipenuhi oleh Aetra di sisi timur dan Palyja di sisi barat.

“Mereka (Aetra dan Palyja) sejauh ini oke. Tidak ada kendala untuk pasokan air bersih dan sampai saat ini belum ada laporan resmi dari RT/RW yang tidak ada air bersih,” kata Ali, Jumat (19/7/2019).

Namu, Ali tidak memungkiri apabila ada warga yang belum terlayani air perpipaan mengalami kesulitan air bersih.

Mereka mengandalkan air sumur meskipun  kualitasnya tidak memenuhi standar.

Sulitnya Hewan Ternak Mendapatkan Rumput Kala Musim Kemarau Panjang Kian Menyengat

BMKG: Waspadai Kekeringan Air Bersih, Kemarau di Jakarta Bakal Sampai Oktober

“Tapi, itu bukan karena kemarau. Mereka memang selama ini beli air dari gerobak keliling. Jadi, mau musim kemarau atau nggak, mereka beli air karena air tanahnya nggak layak,” katanya.

Sementara itu, terkait sawah yang ada di Kelurahan Rorotan, Ali mengatakan para petani sudah biasa menghadapi hal semacam ini.

Mereka hanya mengandalkan air hujan untuk mengairi persawahan karena kualitas air tanah yang kurang bagus.

“Pas panen memang ada keluhan agak kempes karena kurang hujan terus ada juga penundaan, ditunda penanamannya sampai normal lagi,” katanya. 

Penulis: Junianto Hamonangan
Editor: Ika Chandra Viyatakarti
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved