Senin, 18 Mei 2026

Transportasi

Belum Ada Pengganti Terminal Lebakbulus, Dishub DKI Tagih Janji MRT Jakarta

Sejak Terminal Lebak Bulus dihancurkan pada tahun 2014 sampai sekarang belum ada terminal pengganti.

Tayang:
Penulis: Feryanto Hadi |
Warta Kota/Angga Bhagya Nugraha
Kereta Mass Rapid Transit (MRT), terparkir di Kawasan Depo MRT, Lebak Bulus, Jakarta Selatan. 

Sejak Terminal Lebak Bulus dihancurkan untuk kepentingan pembangunan depo Mass Rapid Transit (MRT) hingga sekarang, kondisi lalu lintas di kawasan Lebak Bulus, Jakarta Selatan, terlihat semerawut.

Angkutan perkotaan dan angkutan bus besar, mangkal di sekitar Jalan Raya Kartini karena tidak ada lahan  untuk parkir dan menunggu penumpang.

Kepala Unit Pelayanan Terminal Dinas Perhubungan DKI Muslim mengungkapkan, keadaan tersebut sebenarnya juga menjadi keprihatinan pihaknya.

Tetapi, ia tidak bisa berbuat banyak lantaran sejak Terminal Lebak Bulus dihancurkan pada tahun 2014 sampai sekarang belum ada terminal pengganti.

Padahal, masih banyak bus antarkota antarprovinsi (AKAP), angkutan umum antarkota dan angkutan  dalam kota beroperasi dengan trayek Lebakbulus.

Muslim mengatakan, untuk menampung angkutan umum di sekitar kawasan Lebakbulus, diperlukan terminal pengganti seperti yang sudah dihancurkan.

"Terminal sementara hanya untuk perlintasan bus antarkota saja. Sementara angkutan dalam kota belum ada terminal penggantinya. Sampai sekarang memang belum ada solusi," ujar Muslim dihubungi Warta Kota, pada Jumat (19/7).

Jakarta Jadi Tuan Rumah Balap Formula E, Perlu Kajian Aspek Keselamatan dan Keamanan

Video Pertemuan Jokowi dan Prabowo di Stasiun MRT Jakarta

Kontroversi Pembongkaran Terminal

Pembongkaran terminal antarkota antarprovinsi untuk proyek transportasi masal MRT sebelumnya mendapat pertentangan dari awak angkutan umum perkotaan dan angkutan antarkota.

Para pedagang kecil yang sehari-harinya mencari nafkah di terminal itu pun menentangnya.

Mereka sempat menggelar sejumlah aksi demo pad 2013.

Tetapi, mereka tidak bisa berbuat banyak ketika tempat mencari nafkah semenjak puluhan tahun silam itu resmi ditutup pada Januari 2014.

Semenjak itu, bus AKAP yang biasa beroperasi di Terminal Lebakbulus akan dipindahkan operasionalnya ke Terminal  Kampung Rambutan, Pulogadung, dan Kalideres.

Terminal sementara Lebak Bulus hanya akan digunakan untuk angkutan dalam kota.

Adapun trayek lintas pulau Sumatera dan Banten akan dipindahkan ke terminal Kalideres. 

Untuk trayek lintas pulau Jawa (Barat, Tengah, dan Timur) dipindahkan ke terminal Kampung Rambutan.

Khusus untuk trayek pulau Bali dan Nusa Tenggara Timur dan sekitarnya dialihkan ke terminal Pulogadung.

Namun, tak mudah melakukan pemindahan massal itu.

Bahkan, hingga saat ini masih banyak bus antarkota yang tetap beroperasi di kawasan Lebakbulus karena penumpang masih cukup banyak.

Bus-bus itu menempati sejumlah pool milik Perusahaan Otobus (PO).

Sebagian lagi memanfaatkan adanya terminal perlintasan untuk menaikkan penumpang yang sudah menunggu di sana.

Sejak resmi ditutup, warga yang sebelumnya mencari nafkah di sana hanya bisa menyaksikan proses pembangunan Depo MRT hingga bangunan megah itu selesai dan beroperasi pada Maret 2019 ini.

Sementara, pembangunan depo itu telah mengorbankan banyak pekerja, khususnya pedagang kecil, yang sejak digusur sempat kebingungan mencari lokasi pengganti untuk berdagang.

Pertama Kali Naik MRT Jakarta, Prabowo Subianto: Rasanya Kayak di Luar Negeri

Tujuh Hari Naik Angkutan Umum, Tantangan Berhadiah Dari Dishub DKI

Menuntut Komitmen MRT Jakarta

Muslim menyebutkan, sejak awal PT MRT Jakarta berkomitmen menyediakan terminal pengganti karena penggunaan lahan terminal Lebakbulus untuk depo.

Namun demikian, hingga kini belum ada kelanjutan kabar mengenai pembangunan terminal pengganti yang dijanjikan itu.

"Konsensus awal memang pihak MRT yang akan sediakan terminal pengganti. Mereka berkomitmen untuk membangun lagi saat dulu terminal itu dibongkar. Tapi sampai sekarang kenyataanya memang belum (dilakukan)," katanya.

Menurut Muslim, terminal pengganti rencananya akan dibangun di sisi selatan Depo MRT atau di lahan bawah flyover yang kini digunakan sebagai lokasi park and ride Lebakbulus.

"Sepertinya baru ada pengerasan tanah di lokasi itu," ujar Muslim.

Muslim menyebut, pihaknya pernah menanyakan komitmen pembangunan terminal pengganti kepada PT MRT Jakarta.

Hanya saja, tidak ada jawaban yang melegakan.

"Jawabannya katanya nanti nunggu pembangunan MRT tahap kedua gitu. Tapi waktu pastinya kapan tidak disebutkan. Kami juga secara persis tidak tahu apa kendala yang dihadapi PT MRT Jakarta (terhdap komitmen pembangunan terminal pengganti)," jelas Muslim.

Corporate Secretary Division Head MRT Jakarta Muhammad Kamaluddin ketika dikonfirmasi Warta Kota melalui pesan singkat tidak memberikan jawaban

Sumber: WartaKota
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved