BPJS Kesehatan

20 Rumah Sakit Peserta BPJS Kesehatan di Jakarta Utara Terapkan Sistem Sidik Jari, Cuma 3 yang Belum

20 Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjut (FKRTL) atau rumah sakit di Jakarta Utara menerapkan sistem sidik jari untuk memudahkan pelayanan

20 Rumah Sakit Peserta BPJS Kesehatan di Jakarta Utara Terapkan Sistem Sidik Jari, Cuma 3 yang Belum
Warta Kota/Junianto Hamonangan
Kepala BPJS Kesehatan Cabang Jakarta Utara, Elisa Adam, melayani peserta JKN KIS dalam program eksekutif frontliner, Selasa (3/7/2018). 

SEBANYAK 20 Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjut (FKRTL) atau rumah sakit di Jakarta Utara menerapkan sistem finger print atau sidik jari untuk memudahkan pelayanan administrasi.

Kepala BPJS Kesehatan Jakarta Utara, Elisa Adam mengatakan saat ini ada 20 dari 23 rumah sakit di Jakarta Utara yang melayani peserta BPJS Kesehatan telah menerapkan sistem sidik jari.

“Sistem finger print sudah dilakukan sejak April 2019. Ada empat poli yang sudah diterapkan sistem finger print di rumah sakit, yakni poli jantung, mata, rehab medik, dan hemodialisis (cuci darah),” ucap Elisa, Jumat (19/7/2019).

Penerapan sistem sidik jari ini untuk mempermudah pelayanan dministrasi termasuk mengurangi fotokopi dokumen yang biasa dilakukan.

Nantinya peserta BPJS Kesehatan yang ingin berobat di empat poli itu mendaftar dengan sidik jari mereka.

“Sistem finger print ini juga bertujuan untuk mencegah tindakan curang peserta BPJS Kesehatan. Dengan adanya bank data dalam bentuk sidik jari, peserta tidak lagi bisa berbuat curang,” katanya.

Hal itu juga sejalan dengan tema HUT ke-51 BPJS Kesehatan yakni 'Inovasi untuk Kesinambungan Program JKN-KIS di Era Digital dan Revolusi Industri 4.0'.

“Sejumlah tantangan yang saat ini dihadapi dalam penyelengggaraan Program JKN-KIS yang dapat dijawab melalui langkah inovatif yaitu dengan memanfaatkan teknologi digital, terlebih di Era Revolusi Industri 4.0 yang mengedepankan otomasi dan digitalisasi,” ucap Elisa.

Adapun tiga rumah sakit di Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu yang belum menerapkan sistem sidik jari meliputi RSUD Koja, RSPI Sulianto Suroso, dan RSUD Kepulauan Seribu.

“Sementara masih dalam tahap pengadaan, belum ada alatnya. Kalau di RSUD Koja dia sudah alatnya, tinggal mempersiapkan teknis operasionalnya saja,” katanya.

Penulis: Junianto Hamonangan
Editor: Mirmo Saptono
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved