Novel Baswedan Diteror

Kuasa Hukum: Kenapa TPF Hilangkan Kasus Buku Merah dari Motif Penyerangan Novel Baswedan?

Kkuasa hukum Novel Baswedan, menyinggung kasus buku merah sebagai salah satu pemicu penyiraman air keras terhadap penyidik senior KPK itu.

Kuasa Hukum: Kenapa TPF Hilangkan Kasus Buku Merah dari Motif Penyerangan Novel Baswedan?
TRIBUNNEWS/THERESIA FELISIANI
Penyidik senior Novel Baswedan turut hadir bersama ratusan pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) lainnya, saat upacara peringatan ke-73 Kemerdekaan RI, di depan Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (17/8/2018). 

ALGHIFFARI Aqsa, kuasa hukum Novel Baswedan, menyinggung kasus buku merah sebagai salah satu pemicu penyiraman air keras terhadap penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) itu.

Setidaknya, Tim Pencari Fakta (TPF) bentukan Kapolri Jenderal Tito Karnavian menyebutkan enam kasus high profile yang ditangani oleh Novel Baswedan sebagai pemicu teror air keras.

Ia tidak menampik, enam kasus yang disebutkan oleh TPF bisa jadi motif penyiraman air keras terhadap Novel Baswedan.

Ingin Tuntaskan Masalah tapi Menkumham Tak Punya Waktu, Arief R Wismansyah: Saya Cuma Wali Kota

Namun menurutnya, TPF lupa menyebutkan kasus buku merah.

"Ada satu lagi, yaitu kasus buku merah," ujar Alghiffari di Gedung Merah Putih KPK, Setiabudi, Jakarta Selatan, Rabu (17/7/2019).

Alghiffari menjelaskan, Novel Baswedan memang bukanlah penyidik langsung dalam kasus tersebut.

Wali Kota Tangerang Jelaskan Akar Masalahnya dengan Menkumham, Katanya Cuma Miskomunikasi

Tapi, katanya, seminggu sebelum disiram air keras, Novel Baswedan mengetahui akan ada penyerangan terhadap salah satu penyidik KPK.

Alhasil, Novel Baswedan kemudian menghubungi teman-temannya di kepolisian, untuk mengamankan tim penyidik KPK tersebut.

"Akhirnya tidak sampai ada penyerangan, cuma laptopnya dicuri dan itu terkait kasus buku merah," ungkap Alghiffari.

Oknum Guru Terciduk Setelah Begal Payudara Turis Asing, Mengaku Tidak Nafsu, Cuma Iseng

Atas dasar itu, kata Alghiffari, penyerangan terhadap Novel Baswedan juga berkaitan dengan kasus buku merah, yang justru tidak disebutkan oleh TPF pada konferensi pers kemarin siang.

Halaman
1234
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved