Budaya Betawi

Camat Cilandak Usul Budaya Betawi Masuk dalam Kurikulum Sekolah Dasar

"Saya usul ke Diknas (Pendidikan Nasional--Red) untuk menjadikan seni budaya ini masuk dalam kurikulum di sekolah dasar."

Camat Cilandak Usul Budaya Betawi Masuk dalam  Kurikulum Sekolah Dasar
Warta Kota/Feryanto Hari
Warga sedang membuat batik saat acara Festival Batik Terogong di Cilandak, Jakarta Selatan, Kamis (18/7/2019). 

Untuk menggelorakan semangat cinta budaya Betawi, dan mempermudah mempromosikannya, budaya Betawi dimasukkan ke dalam kurikulum  pendidikan sekolah dasar.

Hal itu diungkapkan oleh Camat Cilandak Sjamsul Idris.

Menurut dia, kehidupan  masyarakat Jakarta yang heterogen serta sistem pergaulan terbuka membuat anak-anak Betawi kurang mendapatkan asupan pengetahuan terkait kebudayaan asli Betawi.

Jika hal tersebut terus dibiarkan, maka bukan tidak mungkin tantangan Pemprov DKI pada masa depan makin berat seiring perpindahan generasi tua-muda.

"Saya usul ke Diknas (Pendidikan Nasional--Red)  untuk menjadikan seni budaya ini masuk dalam kurikulum di sekolah dasar," kata Sjamsul Idris.

Dia mengatakannya saat menghadiri Festival Batik Terogong 2019 di Cilandak, Jakarta Selatan, Kamis (18/7/2019).

Batik Betawi Mulai Bangkit, Festival Batik Terogong 2019 Jadi Ajang Promosi

"Semisal soal batik, sangat perlu dikenalkan sejak dini kepada anak-anak," ujarnya.

Dia membandingkan dengan provinsi lain dalam melestarikan seni budaya yang dimasukkan dalam kurikulum sekolah.

"Di Jawa Barat ada pelajaran bahasa Sunda. Di Jawa Tengah sana juga ada pelajaran muatan lokal yakni untuk mengenalkan budaya daerahnya sejak dini," katanya.

"Di Jakarta kan ada budayanya juga yaitu Betawi, kenapa tidak ada dalam kurikulum?" ucapnya.

Halaman
12
Penulis: Feryanto Hadi
Editor: Intan Ungaling Dian
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved