Operasi Tangkap Tangan

Uang Miliaran di Rumah Gubernur Kepri Ditemukan dalam Kondisi Berserakan, Tidak Disusun Rapi

SEJUMLAH tas serta kardus berisi uang yang disita dari rumah dinas Gubernur Kepulauan Riau Nurdin Basirun ditemukan dalam kondisi berserakan.

Uang Miliaran di Rumah Gubernur Kepri Ditemukan dalam Kondisi Berserakan, Tidak Disusun Rapi
Kompas.com
Juru Bicara KPK Febri Diansyah 

Setelah dihitung penyidik jumlah uang yang ditemukan itu sebesar Rp 3,5 miliar, 33.200 dollar Amerika Serikat dan 134.711 dollar Singapura.

SEJUMLAH tas serta kardus berisi uang yang disita dari rumah dinas Gubernur Kepulauan Riau Nurdin Basirun, beberapa waktu lalu, ditemukan dalam kondisi berserakan.

Demikian Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Febri Diansyah di Jakarta, Selasa (16/7/2019) malam, terkait penemuan uang berserakan di rumah dinas Gubernur Kepri.

"Itu tidak kami temukan di satu tempat di kamar rumah dinas Gubernur. Tetapi kami temukan di beberapa tempat di kamar itu, tidak disusun sedemikian rupa. Jadi agak berserakan begitu uang di sana," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta.

Penyidik KPK menggeledah kediaman dinas Nurdin, Jumat (12/7/2019) lalu. Dalam penggeledahan, penyidik menemukan 13 wadah berupa tas dan kardus yang berisi uang.

KPK Tetapkan Gubernur Kepri Nurdin Basirun dan Tiga Orang Lainnya sebagai Tersangka Kasus Suap

Kamar Gubernur Kepri Digeledah, KPK Temukan Rp 3,5 Miliar, USD 33.200, dan SGD 134.711

Setelah dihitung penyidik jumlah uang yang ditemukan itu sebesar Rp 3,5 miliar, 33.200 dollar Amerika Serikat dan 134.711 dollar Singapura.

Febri melanjutkan, penyidik masih belum mengetahui pasti sumber sejumlah uang itu. Hingga saat ini, penyidik KPK masih melakukan penelusuran.

Kemungkinan, uang itu juga tidak berkaitan dengan perkara suap yang sedang menjerat Nurdin saat ini. Artinya, diduga uang itu merupakan gratifikasi dari perkara lain.

"Sejauh ini, kami menduga uang itu berasal dari pihak yang mempunyai hubungan jabatan dengan posisi serta kewenangan yang bersangkutan sebagai penyelenggara negara. Sehingga ketentuan pasal gratifikasi itu berlaku," kata Febri.

Menerima suap

Diketahui, selain mengusut perkara suap terhadap Nurdin terkait izin prinsip reklamasi, KPK juga menduga Nurdin menerima suap atas hal lain yang berkaitan dengan jabatannya.

Halaman
12
Editor: Fred Mahatma TIS
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved