Tanggapan OJK Mengenai Fenomena Banyak Bank Menutup Kantor Cabang

Pesatnya perkembangan digitalisasi keuangan membuat industri perbankan mengalami fenomena penutupan kantor cabang.

Tanggapan OJK Mengenai Fenomena Banyak Bank Menutup Kantor Cabang
thinkstockphotos
Ilustrasi. Digitalisasi perbankan membuat berbagai hal menjadi terbalik. Dulu, trennya bank-bank sibuk buka kantor, namun sekarang trennya bank-bank sibuk menutup kantor cabangnya. 

Layanan perbankan digital pun dapat dimaksimalkan tanpa mengenal batasan waktu dan tempat.

Dalam sistem perbankan konvensional, kantong cabang memang menjadi sentral aktivitas nasabah.

WARTA KOTA, PALMERAH--- Pesatnya perkembangan digitalisasi keuangan membuat industri perbankan mengalami fenomena penutupan kantor cabang.

Hal ini berbeda beberapa tahun lalu di mana bank berlomba-lomba membuka kantor cabang dengan tujuan agar bisa lebih dekat melayani nasabah.

Menanggapi hal itu, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyatakan perkembangan digital banking memang menjadi hal yang didorong oleh OJK.

Indikasi Praktik Bisnis Tidak Sehat, OVO Dapat Sorotan dari KPPU

"Pada dasarnya layanan perbankan secara digital merupakan branchless banking atau delivery channel yang melengkapi jaringan kantor bank yang telah ada," kata Sekar Putih Djarot,  Juru Bicara OJK, Selasa (16/7/2019).

"Hal ini untuk menjangkau konsumen yang lebih luas di seluruh Indonesia secara efisien," katanya.

Sekar mengatakan, layanan perbankan digital pun dapat dimaksimalkan tanpa mengenal batasan waktu dan tempat.

Nilai Tukar Rupiah Menguat Terhadap Dollar AS, Transaksi Valas Bank Meningkat

Dalam sistem perbankan konvensional, kantong cabang memang menjadi sentral aktivitas nasabah.

Namun seiring digitalisasi, transaksi nasabah dilakukan melalui layanan digital bank.

Halaman
12
Editor: Aloysius Sunu D
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved