Selain Atlet yang Juara, Suporter Juga Bisa Dapat Hadiah Lho di Indonesia Open 2019

Selain menggelar turnamen untuk para atlet bulutangkis dunia, Indonesia Open 2019 juga mengadakan lomba suporter bulutangkis.

Selain Atlet yang Juara, Suporter Juga Bisa Dapat Hadiah Lho di Indonesia Open 2019
Warta Kota/Gisesya Ranggawari
Peserta lomba suporter di Indonesia Open 2019 dari HIMMA Universitas Muhamadiyah Jakarta. 

Perhelatan akbar bulutangkis dengan hadiah terbesar di dunia, Indonesia Open 2019 sudah digelar sejak Selasa (16/7/2019) kemarin sampai Minggu (21/7/2019) mendatang di Istora Senayan, Jakarta.

Selain menggelar turnamen untuk para atlet bulutangkis dunia, Indonesia Open 2019 juga lewat Djarum Foundation mengadakan lomba suporter bulutangkis yang ikut menyemarakkan para atlet.

Lomba ini terbuka untuk seluruh mahasiswa yang masih aktif di seluruh Indonesia dengan regulasi setiap grup harus beranggotakan antara 15-20 mahasiswa (+5 ofisial) dengan ketentuan 50% pesertanya adalah wanita.

Salah satunya adalah peserta dari Himpunan Mahasiswa Manajemen atau HIMMA dari Universitas Muhammadiyah Jakarta yang ikut dalam lomba suporter ini.

HIMMA mengusung tema keberagaman Indonesia dengan memakai atribut budaya pakaian daerah dari ujung barat (Aceh) sampai ujung timur (Papua).

"Ya kami menggunakan atribut kebudayaan Indonesia dari ujung Aceh sampai ujung Papua untuk memperkenalkan budaya kita juga," kata Adit salah satu anggota dari HIMMA kepada Warta Kota, Rabu (17/7/2019).

Kendati lomba suporter ini memperebutkan total hadiah Rp 52 juta, namun HIMMA mengaku hadiah bukam faktor utama yang menjadi latar belakang keikutsertaannya di Indonesia Open 2019 ini.

Menurut mereka, jika berhasil menang, hadiah hanyalah dijadikan sebagai bonus karena tujuan utamanya yaitu mendukung atlet-atlet Indonesia.

"Justru kami ikutan bukan karena hadiahnya, kami tulus ingin mendukung atlet-atlet Indonesia berjuang. Kalau menang ya sebagai bonus saja itu," terang Adit lagi.

Memang, keuntungan lain dengan mengikuti lomba suporter ini mereka bisa menonton penuh Indonesia Open 2019 secara gratis karena mendapat id card dari panitia.

Untuk menjaga kondisi juga HIMMA membagi anggotanya menjadi tiga kloter dengan sistem rolling untuk yang datang langsung ke Istora Senayan.

"Ya ini memang karena inisiatif organisasi kami saja bukan dari dosen atau rektor ya, kan untungnya juga kami bisa menonton gratis. Ha-Ha," kelakar Adit.

Pendaftaran lomba suporter ini dibuka gratis pada 4 - 27 Juni 2019 lalu dan akan diumumkan setelah turnamen Indonesia Open 2019 selesai.

Penulis: Gisesya Ranggawari
Editor: Max Agung Pribadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved