Sebanyak 27 Konsumen Laporkan WN China Pengembang Apartemen ke Polda Metro karena Merasa Ditipu

Terlapor yakni Wu Wei adalah warga negara China, yang saat ini, tinggal di Indonesia.

Sebanyak 27 Konsumen Laporkan WN China Pengembang Apartemen ke Polda Metro karena Merasa Ditipu
Warta Kota/Budi Sam Law Malau
Sebanyak 27 konsumen apartemen JKT Living Star Cibubur, bersama tim kuasa hukum, melaporkan dugaan penipuan yang dilakukan pihak pengembang apartemen tersebut, yakni Direktur Utama PT Sindeli Propertindo Abadi, Wu Wei, ke Polda Metro Jaya, Rabu (17/7/2019). 

Sebanyak 27 konsumen apartemen JKT Living Star Cibubur, melaporkan dugaan penipuan yang dilakukan pihak pengembang apartemen tersebut, yakni Direktur Utama PT Sindeli Propertindo Abadi, Wu Wei, ke Polda Metro Jaya, Rabu (17/7/2019).

Terlapor yakni Wu Wei adalah warga negara China, yang saat ini, tinggal di Indonesia.

Laporan dugaan penipuan yang dilakukan pengembang tercatat dalam Nomor: TBL/4303/VII/2019/Dit.Reskrimum, tertanggal 17 Juli 2019.

Warga atau para konsumen mengaku sudah menyetor dana pembayaran apartemen ke pihak pengembang sejak 2017 sampai kini, sebesar Rp 100 Juta sampai Rp 350 Juta.

Apartemen itu rencananya akan dibangun di kawasan Cibubur yakni di Jalan Lapangan Tembak Nomor 10, RT 4/RW 4, Kelurahan Pekayon, Kecamatan Pasar Rebo, Jakarta Timur.

Namun sampai kini, 5 tower apartemen yang masing-masing 28 lantai itu belum juga dibangun sama sekali dan masih merupakan tanah lapang atau hamparan kosong.

Bahkan informasi resmi dari Diskominfo Pemprov DKI menyatakan bahwa rencana pembangunan apartemen JKT Living Star tidak memiliki izin mulai dari IMB, Amdal, Amdal Lalin dan Sertifikat Layak Fungsi.

Kuasa Hukum yang mewakili 27 warga atau konsumen apartemen, Wilman Gultom, menuturkan total kerugian 27 warga atau konsumen apartemen ini sekitar Rp 2,5 Miliar.

"Mereka sudah menyetorkan dana pembelian unit apartemen ke rekening pengembang secara langsung masing-masing antara Rp 100 Juta sampai Rp 350 Juta," kata Wilman.

Menurut Wilman penawaran penjualan apartemen dibuka pada 2017 lalu saat peletakan batu pertama pembangunan. Sejak itu pula sebanyak 27 konsumen yang diwakilinya kata Wilman mulai melakukan pembayaran secara bertahap dengan uang DP yang besarnya bervariasi ke rekening pengembang.

Halaman
1234
Penulis: Budi Sam Law Malau
Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved