Razia Bangunan Liar

Puluhan Gubug Liar di Aliran Banjir Kanal Barat Tanah Abang Ditertibkan

Puluhan gubuk liar yang berdiri di sepanjang bantaran Banjir Kanal Barat (BKB) Tanah Abang Jakarta Pusat ditertibkan sejumlah personil Satpol PP, Rabu

Puluhan Gubug Liar di Aliran Banjir Kanal Barat Tanah Abang Ditertibkan
Wartakotalive.com/Joko Supriyanto
Sejumlah personil Satpol PP melakukan pembongkaran gubuk-gubuk liar disepanjang bantaran kali Banjir Kanal Barat, Tanah Abang, Jakarta Pusat. Rabu (17/7) 

TANAH ABANG, WARTAKOTALIVE.COM - Puluhan gubuk liar yang berdiri di sepanjang bantaran Banjir Kanal Barat (BKB) Tanah Abang Jakarta Pusat ditertibkan sejumlah personil Satpol PP, Rabu (17/7) pagi.

Penertiban ini menyusul maraknya gubuk liar yang dijadikan hunian bagi para pengepul barang bekas. Mereka membuat tempat tinggal dengan menempati gubuk yang terbuat dari bambu dan triplek dan beratapkan terpal.

30 personil Satpol PP yang diterjunkan pun langsung menyisir lokasi dari Kelurahan Kebon Melati, Hingga kelurahan Kampung Bali di sepanjang aliran BKB. Mereka satu persatu membongkar gubuk-gubuk liar ini.

Beberapa gubuk yang sudah ditinggal pemiliknya ini pun, terpaksa harus dibongkar petugas, kemudian material gubuk pun langsung diangkut mengunakan truk milik petugas kebersihan sudin LH.

Camat Tanah Abang, Yasin Pasaribu mengatakan penertiban ini dilakukan karena banyaknya gubuk-gubuk liar disepanjang pinggiran kali BKB Tanah Abang. Apalagi gubuk gubuk itu dijadikan tempat tinggal atau hunian, sehingga tentu akan membuat kawasan itu kumuh.

"Jadi gubuk-gubuk liar disepanjang kali ini harus di bongkar, karena tidak ada aturan bahwasanya bantaran kali untuk hunian. Jadi hari ini akan kita bongkar semua," kata Yasin Pasaribu saat ditemui di lokasi, Rabu (17/7/2019).

Dikatakan Yasin, sebelum pembongkaran itu dilakukan, pihaknya mengaku sudah memberikan sosialiasi dan himbauan kepada warga yang menempati gubuk-gubuk tersebut, mereka yang paham pun sebagian telah pergi meninggalkan lokasi.

Penertiban ini dilakukan secara menyeluruh dikawasan Kecamatan Tanah Abang yang meliputi Kelurahan Kebon Melati, Kebon Kacang, Kampung Bali dan Petamburan sepanjang aliran BKB.

"Total kurang lebih ada 50 gubuk liar yang kami bongkar, dan ini sebelumnya sudah dilakukan penertiban dulu, tapi mereka kembali lagi, karena memang mereka anggap lokasi ini cocok untuk jadi tempat tinggal," ujarnya.

Menurutnya, untuk mengantisipasi kembalinya berdiri gubuk-gubuk liar di pinggir kali ini, pihaknya akan melakukan pengawasan secara ketat, bahkan Yasin menyebut akan membuat posko pemantauan yang bergabung dengan UPK Badan Air di bantaran kali.

"Nanti kita bikin pos pantau gabung dengan UPK badan air. Jadi sifatnya ini bukan menetap tapi pos untuk memonitoring, dan pengawasan sehingga mereka tidak kembali untuk mendirikan gubuk-gubuk yang dijadikan tempat tinggal," ucapnya. (JOS)

Penulis: Joko Supriyanto
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved