Fintech

Pinjaman Online Jadi Perhatian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia

YLKI menaruh perhatian terhadap pelaku usaha fintech lending per-to-peer karena maraknya fenomena pinjaman online (pinjol).

Pinjaman Online Jadi Perhatian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia
tribunnews
Ketua Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI), Tulus Abadi. 

Banyak konsumen yang tidak membaca syarat dan ketentuan yang berlaku saat melakukan pinjaman lewat fintech.

Akibatnya, konsumen tidak sadar bahwa data pribadinya digunakan sebagai jaminan.

WARTA KOTA, PALMERAH--- Berkembangnya industri financial technology (fintech) lending peer-to-peer menjadi perhatian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI).

YLKI menaruh perhatian terhadap pelaku usaha fintech lending per-to-peer karena maraknya fenomena pinjaman online (pinjol).

Khususnya pinjaman online ilegal yang ‘menyedot’ data pribadi nasabah.

Efek Dibalik Minuman Kopi Kekinian Menurut Ahli Nutrisi

Tulus Abadi, Ketua Pengurus Harian YLKI, mengatakan, hal ini tidak lepas dari rendahnya indeks literasi dan indeks keberdayaan konsumen (IKK) nasional.

Di era yang serba digital ini, kata Tulus, kesadaran literasi konsumen Indonesia masih tergolong rendah.

Saat ini, tingkat IKK Indonesia masih berada di level ‘mampu’.

Alasan Pengembang Terus Bangun Apartemen di Kawasang Tangerang

Tingkatan ini lebih baik dari tahun 2018 yang masih berada di level ‘paham’.

Masih butuh dua tingkatan lagi agar IKK nasional masuk ke level yang paling tinggi, yakni ‘kritis’ dan ‘berdaya’.

Halaman
123
Editor: Aloysius Sunu D
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved