Berita Jakarta

Kadis SDA DKI Jakarta Sebut Pembangunan Waduk Rorotan Kewajiban Pengembang

Pembangunan Waduk Rorotan terbentur kasus hukum yang menyeret nama mantan Kadis Sumber Daya Air (SDA) Pemprov DKI, Teguh Hendrawan

Kadis SDA DKI Jakarta Sebut Pembangunan Waduk Rorotan Kewajiban Pengembang
Wartakotalive.com/Rangga Baskoro
Waduk Rorotan, Cakung, Jakarta Timur, terlihat tandus lantaran pembangunannya tak kunjung dilanjutkan, Rabu (17/7). 

Laporan Wartawan Wartakotalive.com, Rangga Baskoro

CAKUNG, WARTAKOTALIVE.COM -- Pembangunan Waduk Rorotan terbentur kasus hukum yang menyeret nama mantan Kadis Sumber Daya Air (SDA) Pemprov DKI, Teguh Hendrawan.

Ia disangkakan Pasal 170 atau 406 KUHP lantaran diduga melakukan tindak pidana pengrusakan atau memasuki pekarangan tanpa izin.

Namun demikian, Kadis SDA Pemprov DKI Juaini menyatakan waduk seluas 25 hektare itu justru dibangun Jakarta Garden City (JGC) sebagai wujud dari kompensasi koefisien lantai bangunan (KLB).

"Info saja, Waduk Rorotan itu dibangun oleh pengembang JGC," kata Juaini di Cakung, Jakarta Timur, Rabu (17/7)

Juaini menyebut Waduk Rorotan merupakan KLB saat dikonfirmasi terkait pelang larangan memancing, berenang, dan bermain di waduk.

Larangan tersebut janggal karena mengingat warga mengetahui bahwa Waduk Rorotan dibangun Pemprov DKI sehingga berujung terseretnya Teguh jadi tersangka.

"Mungkin karena belum ada pengamannya jadi sementara dilarang dulu. Takut membahayakan buat Masyarakat yang mau bermain di situ," ujarnya.

Saat dipertegas apakah Pemprov DKI tak terlibat dalam pembangunan dan menggelontorkan uang, Juaini menyebut hal itu kewajiban pengembang.

Meski kini terpasang pelang yang menyatakan Waduk Rorotan merupakan tanah negara dan dikelola Dinas SDA Pemprov DKI, dia menyebut proses serah terima aset masih berlangsung.

"Itu kayaknya kewajiban pengembang, kompensasi KLB. Masih dalam proses (serah terima)," tuturnya.

Padahal Teguh pernah menyatakan bahwa Waduk Rorotan merupakan aset Pemprov DKI sehingga tak seharusnya dia ditetapkan jadi tersangka oleh Direskrimum Polda Metro Jaya.

Hingga kini tak diketahui bagaimana nasib perkara Teguh apakah berkas perkaranya sudah dinyatakan lengkap atau P21 oleh Kejaksaan atau justru SP3.

Teguh jadi tersangka setelah dilaporkan Felix Tirtawidjaja atas dugaan melakukan tindak pidana pengrusakan atau memasuki pekarangan tanpa izin sebagaimana diatur pasal 170 atau 406 KUHP.

"Betul Waduk Rawa Rorotan seluas 25 HA. Padahal jelas tanah tersebut merupakan aset pemda DKI yang tercatat dalam KIB DKI badan pengelola asset daerah. Saya menjalankan tugas negara, malah ditetapkan sebagai tersangka," kata Teguh, Rabu (29/8/2018).

Penulis: Rangga Baskoro
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved