Indikasi Praktik Bisnis Tidak Sehat, OVO Dapat Sorotan dari KPPU

Terkait penggunaan OVO sebagai alat pembayaran di banyak pusat perbelanjaan menjadi sorotan Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU).

Indikasi Praktik Bisnis Tidak Sehat, OVO Dapat Sorotan dari KPPU
Kontan/Muradi
Gedung KPPU. 

Pusat perbelanjaan merupakan tempat yang terbuka untuk umum. Bukan tempat yang hanya boleh didatangi pihak terbatas.

Saat ini masyarakat memiliki beragam alat transaksi pembayaran berbasis digital termasuk dalam bentuk kartu. 

WARTA KOTA, PALMERAH--- Terkait penggunaan OVO sebagai alat pembayaran di banyak pusat perbelanjaan menjadi sorotan Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU).

KPPU melihat, ada indikasi praktik bisnis yang kurang sehat yang dilakukan oleh platform pembayaran yang juga terafiliasi dengan Grup Lippo tersebut.

“Penelitian oleh KPPU dilakukan di semua tempat parker perbelanjaan,” kata Komisioner sekaligus juru bicara KPPU, Guntur S Saragih, Selasa (16/7/2019).

Nilai Tukar Rupiah Menguat Terhadap Dollar AS, Transaksi Valas Bank Meningkat

Sehingga, jika ada alasan pembayaran merupakan bagian dari ekosistem platform digital, hal ini menurut Guntur tak bisa dibenarkan.

“Konsumen tetap memiliki ruang untuk memilih penyedia jasa,” katanya.

Sebab pusat perbelanjaan merupakan tempat yang terbuka untuk umum. Bukan tempat yang hanya boleh didatangi pihak terbatas.

Penjualan Mobil dan Motor Menurun, Perusahaan Pembiayaan Kena Dampak

”Pusat perbelanjaan itu jatuhnya publik,” kata Guntur.

Bukan hanya itu, sekalipun Lippo dan OVO terafiliasi, dengan memberikan kewenangan mengelola pembayaran di parkiran pusat perbelanjaan milik Lippo juga seharusnya tidak diperbolehkan.

Halaman
12
Editor: Aloysius Sunu D
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved