Bandingkan dengan Donald Trump, Fadli Zon Anggap Jokowi Tidak Nasionalis

Fadli Zon meminta pemerintahan Jokowi menyetop impor baja. Impor baja dianggap membuat perusahaan baja nasional melesu.

Bandingkan dengan Donald Trump, Fadli Zon Anggap Jokowi Tidak Nasionalis
TribunWow/kolase
Jokowi dan Fadli Zon 

Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon mengaku tidak habis fikir dengan pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) yang tidak juga menyelamatkan PT Karakatau Steel dari serbuan impor baja.

Padahal kata Fadli Zon, negara liberal seperti Amerika Serikat saja mampu membuat kebijakan konkret untuk mengutamakan penggunaan komponen lokal dalam pembangunannya.

“Hari Senin kemarin, 15 Juli 2019, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menandatangani Perintah Eksekutif (Executive Order) yang meminta agensi-agensi pemerintahan federal untuk membeli produk-produk dengan komponen lokal lebih tinggi,” tulis Fadli Zon dalam keterangan tertulisnya yang diterima Rabu (17/7/2019).

Akibat perintah tersebut kini makin memperkuat standar preferensi barang-barang lokal Amerika yang harus dibeli oleh pemerintah.

Jika sebelumnya standar komponen lokal hanya 50 persen untuk produk non-baja dan non-besi, syarat itu kini dinaikkan menjadi 75 persen.

Sedangkan untuk produk baja dan besi, syarat kandungan lokal bahkan dinaikkan menjadi 95 persen.

Kebijakan tersebutlah kata Fadli Zon membuatnya iri ketika melihat kenyataan di negara sendiri.

“Kebijakan terbaru Presiden Trump ini terus terang membuat saya iri. Saat negara liberal seperti Amerika berusaha melindungi industri logam dasarnya sedemikian rupa, pemerintah kita belum juga merilis kebijakan untuk melindungi PT Krakatau Steel dan industri logam nasional dari serbuan produk-produk impor,” kata Fadli Zon.

Politisi Partai Gerindra itu mencontohkan selama 6 tahun terakhir PT Krakatau Steel terus menerus merugi.

Menurutnya selain karena faktor internal perusahaan, kerugian ini juga disebabkan oleh peraturan pemerintah yang memungkinkan terjadinya impor baja besar-besaran ke Indonesia.

Halaman
123
Penulis: Desy Selviany
Editor: Andy Pribadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved