Berita Jakarta

44 Korban Kebakaran Cipinang Daftar Jadi Penghuni Rusun, Hanya 27 yang Lolos

"Pak Wali mengirim data kepada kami ada 44 KK yang mengajukan rusun. Kemudian kami memverifikasi dan tersaring sebanyak 27 KK,"

44 Korban Kebakaran Cipinang Daftar Jadi Penghuni Rusun, Hanya 27 yang Lolos
Warta Kota
sosialisasi peraturan penghuni rusun bagi korban kebakaran di Cipinang Besar Selatan, Rusun Jatinegara Kaum, Pulogadung, Jakarta Timur, Rabu (17/7). 

Kebakaran di Cipinang Besar Selatan (CBS), Jatinegara, Jakarta Timur, pada Sabtu (6/7) lalu, menghanguskan 26 bangunan yang dihuni 48 kepala keluarga.

Dari total seluruh KK yang menjadi korban, sebanyak 44 KK di antaranya telah mengajukan tinggal di rusun.

Namun demikian, Septalina Purba, Kepala Unit Pengelola Rumaha Susun Sederhana (UPRS) Jatinegara Kaum mengatakan hanya sebanyak 27 KK yang lolos verifikasi pengajuan unit di Rusun Jatinegara Kaum.

VIDEO: Puluhan Pembeli Apartemen Merasa Ditipu Pengembang, Akhirnya Lapor Polisi

"Pak Wali mengirim data kepada kami ada 44 KK yang mengajukan rusun. Kemudian kami memverifikasi dan tersaring sebanyak 27 KK," ujar Septalina saat acara sosialisasi peraturan penghuni rusun di Rusun Jatinegara Kaum, Pulogadung, Rabu (17/7).

VIDEO: Wali Kota Tangerang Arief Jelaskan Soal Alun-alun dan Tanah Kemenkumham

Setelah melakukan verifikasi, pihaknya menemukan ada beberapa warga yang bukan merupakan korban kebakaran, mereka hanya tinggal di dekat lokasi dan termasuk orang-orang yang nantinya terkena proyek pelebaran jalan.

"Kemudian ada juga yang tinggal di satu rumah, tapi 5 KK. Tidak bisa karena nanti akan diperiksa BPK, aturannya 1 bidang rumah, penggantiannya 1 unit rusun. Karena ada subsisdi negara di dalamnya," tuturnya.

VIDEO: Tata Liem Ikut Diperiksa Polisi Terkait Kasus Bau Ikan Asin

Hal itu diketahuinya melalui peta bidang yang diberikan pihak Kelurahan Cipinang Besar Selatan tempat terjadinya kebakaran. Saat proyek pelebaran akses jalan menuju Rusun CBS dipetakan, pihak kelurahan melakukan pendataan terkait pihak mana saja yang akan terkena relokasi.

"Verifikasi dari peta bidang. Kenapa kami punya? Karena kami punya datanya, di sana kan mau dibuatkan akses menuju rusun baru CBU. Lalu kalau tiba-tiba ada data baru yang mengajukan, kami pertanyakan," jelasnya. (abs)

Penulis: Rangga Baskoro
Editor: Ahmad Sabran
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved