Pendidikan

20 Siswa Korban Sistem Zonasi PPDB Depok, Akhirnya Diterima di Sekolah Negeri

Satu siswa diterima di SMAN 4 Depok, empat siswa ditampung di SMKN 1 Depok, dan 15 siswa lainnya masuk ke SMKN 3 Depok.

20 Siswa Korban Sistem Zonasi PPDB Depok, Akhirnya Diterima di Sekolah Negeri
Warta Kota/Budi Sam Law Malau
Orangtua dari 21 siswa keluarga tak mampu didampingi aktifis Dewan Keseharan Rakyat (DKR) Depok menggeruduk Kantor Wali Kota Depok, 2 Juli 2019. Mereka memprotes sistem zonasi pada PPDB tahun 2019/2020. 

Kisruh sistem zonasi pada Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) SMA/SMK di Kota Depok akhirnya menemukan jalan keluar. 

Siswa-siswa dari keluarga tak mampu yang tak terakomodasi pada PPDB tahun ajaran 2019/2020, berhasil mendapatkan sekolah sesuai yang diharapkan. 

Roy Pangharapan, ketua Dewan Kesehatan Rakyat (DKR) Kota Depok mengatakan, 20 siswa dari keluarga tak mampu itu telah diterima di sekolah negeri. 

Satu siswa diterima di SMAN 4 Depok, empat siswa ditampung di SMKN 1 Depok, dan 15 siswa lainnya masuk ke SMKN 3 Depok. 

KPAI Terima 95 Pengaduan Terkait PPDB Sistem Zonasi

Disdik Kota Bekasi Ingin Pemerintah Terapkan Sistem Zonasi Secara Permanen, Banyak Kelebihan Zonasi

“Kami berterima kasih sebesar-besarnya kepada semua sekolah yang akhirnya secara bijaksana menerima 20 siswa yang sebelumnya ditolak karena kebijakan zonasi,” kata Roy, kepada Warta Kota, Rabu (17/7/2019).

Roy mengatakan, para kepala sekolah yang akhirnya menerima para siswa ini mempertimbangkan keberadaan mereka sebagai keluarga kurang mampu.

“Setelah kita aksi, kepala sekolah berkonsultasi ke Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat untuk memperjuangkan para siswa yang belum dapat sekolah ini,” katanya.

Para orangtua siswa juga sangat gembira dan mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang telah memperjuangkan anak-anak mereka sehingga dapat bersekolah di sekolah negeri yang diinginkan di Depok.

Tak Lolos PPDB, Disdik Kota Bekasi Sebut Sekolah Negeri dan Swasta Kualitasnya Sama Baiknya

Kalangan Siswa Mengubah Pilihan PPDB dari SMK ke SMA Demi Masuk di Sekolah Negeri

Salah satunya, Atin, orangtua dari siswa bernaam Novianti yang diterima di SMKN 3 Depok. 

“Alhamdulillah, anak kami bisa bersekolah di sekolah pilihannya. Terima kasih Pak Menteri, Pak Gubernur, Pak Kepala Dinas, dan semua relawan DKR yang sudah memperjuangkan anak-anak kami selama ini. Semoga Tuhan Yang Maha Kuasa membalas kebaikan semuanya, mohon doanya,” kata Atin.

Siswa-siswa yang bisa bersekolah di sekolah negeri pilihan itu juga tak kalah gembiranya. Mereka berjanji akan giat belajar untuk membuktikan bahwa mereka layak belajar di sekolah negeri.

Memaksimalkan Bank Sampah Di Pulau Untung Jawa

Revitalisasi Pendidikan Vokasi Dorong Peningkatan Kualitas Sumber Daya Manusia Indonesia

“Kami akan buktikan, walaupun dari keluarga yang pas-pasan, kami bisa berprestasi di sekolah. Terima kasih buat relawan DKR dan semua pihak yang telah memperjuangkan hak kami untuk mendapatkan pendidikan yang layak,” ujar Novianti.

Roy berharap, jangan ada lagi penolakan siswa dari keluarga tak mampu di sekolah negeri, agar subsidi pendidikan berguna dan tepat sasaran.

“Jangan lagi ada penolakan sekolah pada siswa untuk bersekolah. Akomodir semua siswa dari keluarga miskin dan tidak mampu. Pemerintah Kota Depok harus bangun sekolah negeri, khususnya SMA dan SMK Negeri di Depok sesuai zonasi,” katanya. 

Penulis: Budi Sam Law Malau
Editor: Ika Chandra Viyatakarti
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved