Wali Kota Arief Wismansyah Diminta Cegah Kebocoran PAD dari Tindakan Oknum Parkir Liar dan Pungli

“Lewatnya susah, soalnya banyak parkir yang sembarangan. Sudah dikasih uang parkir juga, tapi enggak mau tanggung jawab sampai macet seperti ini,

Wali Kota Arief Wismansyah Diminta Cegah Kebocoran PAD dari Tindakan Oknum Parkir Liar dan Pungli
Wartakotalive/Andika Panduwinata
Suasana parkir liar di Pusat Pendidikan depan Kantor BPJS Kesehatan, Cikokol, Kota Tangerang. 

Pihak Tangerang Public Transparency Watch (TRUTH), sebuah lembaga swadaya masyarakat, meminta Wali Kota Tangerang Arief R. Wismansyah mengambil langkah strategis mencegah kebocoran Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari parkir liar.

Parkir liar tersebut bisa dijadikan retribusi daerah sebagaimana diatur dalam Perda Kota Tangerang Nomor 16 Tahun 2011 tentang Retribusi jasa umum Pasal 19 sampai Pasal 21.

“Bisa dibayangkan jika semua parkir ilegal ditertibkan, sudah pasti dapat menutupi kebocoran PAD di samping memberantas penyakit masyarakat yaitu pungli. Tinggal menunggu komitmen dan keberanian dari Wali Kota yang sampai saat ini kami pertanyakan,” papar Koordinator Divisi Monitoring Kebijakan Publik TRUTH, Ahmad Priatna kepada Wartakotalive.com, Selasa (16/7).

Seruan Ahmad Priatna ini menyusul keberadaan parkir liar di sepenggal ruas Jalan Perintis Kemerdekaan di Kawasan Pendidikan Cikokol, Kecamatan Tangerang, Kota Tangerang, kian subur.

Para pengendara pun mengeluh bercampur kesal. Selain karena ruas jalan jadi sempit dan semrawut, setiap pengendara yang melintas di jalan tersebut, apalagi yang ingin parkir, dipungut Rp 2.000.

“Bingung kalau lewat sama parkir, pasti dimintain duit Rp. 2.000,” ujar Arman (33), warga Kunciran, Kota Tangerang, kepada Warta Kota, Selasa (16/7/2019) kepada Wartakotalive.com.

Bahkan, kata Arman, dirinya sempat dipaksa membayar uang. Lantaran tidak ingin ada konflik, Arman memilih mengalah dan memberikan uang kepada orang itu.

“Dikasih aja uangnya, enggak mau ribet juga. Habisnya bingung juga mau parkir di mana, ramai banget,” ucapnya.

Pantauan Wartakotalive.com di lokasi, sejumlah orang mengenakan seragam berwarna putih keabu-abuan berjaga di depan jalan masuk Kawasan Pendidikan Cikokol.

Mereka sudah menyediakan berlembar-lembar kertas untuk ditukarkan dengan uang kepada para pengendara yang masuk.

Halaman
12
Penulis: Andika Panduwinata
Editor: Dedy
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved