Wisata dan Budaya

Studi Banding Ke Malioboro, Bank Indonesia Tertarik Kembangkan Wisata Kota Tua

Salah satu yang difokuskan dalam studi banding kali ini adalah upaya untuk memajukan sektor wisata di Ibu Kota.

Studi Banding Ke Malioboro, Bank Indonesia Tertarik Kembangkan Wisata Kota Tua
Warta Kota/Joko Supriyanto
Suasana di Kota Tua yang dipenuhi wisawatan yang ingin menghabiskan libur lebaran (Warta Kota/Joko Supriyanto) 

Bank Indonesia (BI) Perwakilan DKI Jakarta melakukan peninjauan sambil belajar (studi banding) ke Daerah Istimewa Yogyakarta.

Kepala Kantor BI Perwakilan DKI Jakarta, Hamid Ponco Wibowo mengatakan salah satu yang difokuskan dalam studi banding kali ini adalah upaya untuk memajukan sektor wisata di Ibu Kota.

Saat ini salah satu tempat wisata yang sedang dilirik BI untuk dimajukan yakni kawasan Kota Tua, Jakarta Barat.

Terlebih sektor pariwisata sangat berkaitan erat dengan pertumbuhan ekonomi Jakarta serta ekonomi warga kalangan bawah.

VIDEO : Setelah Blusukan, Jokowi Kumpulkan Menteri dan Gubernur Genjot Pariwisata

Tingkatkan Potensi Wisata Waduk Jatiluhur, Perum Jasa Tirta 2 Gelar Eksibisi Stand Up Paddle & Kayak

"Urusan pariwisata sangat erat kaitannya dengan pertumbuhan ekonomi. Kami sangat peduli dengan kondisi Kota Tua, sebagai salahsatu lokasi pariwisata di Jakarta, maka pihak-pihak terkait harus bekerjasama," ujar Hamid, di Yogyakarta, Selasa (16/7/2019).

Ia menilai kawasan Kota Tua di Jakarta sangat potensial untuk dikembangkan lagi agar menarik minat wisatawan domestik ataupun mancanegara.

Oleh karena itu, kedatangan BI beserta jajaran untuk mengamati apa saja contoh baik kawasan Malioboro yang bisa diterapkan di kawasan Kota Tua.

Tahun Depan, Ada 10 Bus Sekolah Khusus Untuk Wisata Edukasi

Dua Kali Pegang Dada Wisatawan Asing, Guru Olahraga Ini Ditangkap Polisi Saat Beraksi Ketiga Kali

Adapun beberapa poin yang diamati yakni branding, penataan parkir, penataan pedagang kaki lima (PKL), kenyamanan trotoar untuk pejalan kaki, transportasi dan juga filosofi-filosofi yang kuat di Yogyakarta.

"Kami ingin kawasan Kota Tua memiliki branding yang lebih bagus. Misalnya kalau disini ada ikon papan tulisan Jalan Malioboro, sehingga orang-orang pada antre untuk foto. Lalu ada tempat parkirnya sendiri, sehingga tidak parkir di depan toko-toko," kata Hamid.

"PKL juga tertib, pengaturannya bagus, yang berbentuk makanan enggak boleh di trotoar, ada sendiri tempatnya. Lalu kenyamanan pejalan kaki, transportasi yang mudah menuju tempat ini, serta paling utama kuat di filosofo-filosofi, nanti kita kaji lagi," tambah Hamid. 

Penulis: Anggie Lianda Putri
Editor: Ika Chandra Viyatakarti
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved