Satres Narkoba Polres Metro Jakarta Barat.Sita 30 Kilogram Sabu Jaringan Malaysia

Satres Narkoba Polres Metro Jakarta Barat ungkap pengedar narkoba jaringan malaysia .

Satres Narkoba Polres Metro Jakarta Barat.Sita 30 Kilogram Sabu Jaringan Malaysia
Warta Kota/Joko Supriyanto
Kanit 1 Satnarkoba Polres Metro Jakarta Barat, AKP Arief Purnama Oktora bersama Kabag Humas Polres Jakarta Barat Kompol Marbun memperlihatkan barang bukti hasil pengungkapan sabu jaringan internasional, Selasa (17/7/2019) 

Satuan Reserse Narkoba Polres Metro Jakarta Barat menyita sebanyak 30 kilogram sabu jaringan Malaysia.

Barang bukti puluhan kilogram sabu, itu merupakan hasil penyelidikan dan pengembangan perkara sabu 120 kilogram beberapa waktu lalu.

Dari pengungkapan itu petugas berhasil mengamankan empat tersangka yang berinsial HA, AR, PA, dan SB. Dari para tersangka polisi mengamankan sejumlah barang bukti narkoba.

Kanit 1 Satnarkoba Polres Metro Jakarta Barat, Arief Purnama Oktora, mengatakan pengungkapan ini hasil pengembangan selama tiga bulan terakhir, dimana berdasarkan keterangan terangka kasus sabu 120 kilogram, menyebut akan ada sabu yang masuk ke Jakarta.

Dari hasil keterangan itu pihaknya melakukan analisa mendalam untuk mengetahui identitas para pelaku, dan diketahui jika barang haram tersebut akan dikirim ke Jakarta dari Riau. Mengetahui hal itu petugas pun langsung menuju ke lokasi.

Dilaporkan ke Polisi, Wali Kota Tangerang Terancam Dipidana dan Diberhentikan Presiden

Pilih SMP Sepi Siswa di Bekasi demi Cucu Hiperaktif, Sekolah Hanya Punya Dua Murid Saja

Mendagri Minta Ormas Perkuat Empat Pilar Kehidupan Berbangsa dan Bernegara

"Jadi petugas telah mengikuti aktifitas dari bandar atau kurir narkoba tersebut, ketika iriangan mobil berhenti di salah satu sungai di wilayah Dumai, kami mengikuti dan menyakini keberadaan barang tersebut yang akan dikirim ke Jakarta," kata Kanit Kanit 1 Satnarkoba Polres Metro Jakarta Barat, AKP Arief Purnama Oktora, Selasa (16/7/2019).

Aksi penangkapan ini sempat mewarnai tembakan petugas karena kendaraan yang membawa narkoba itu berusaha menghindari penangkapan, sehingga dilakukan tindakan tegas dengan menembak ban mobil untuk menghentikan laju kendaraan pelaku.

Dari penangkapan itu diamankan tiga pelaku yang mengendarai mobil Daihatsu Xenia. Dimana saat dilakukan pengeledahan para tersangka menyembunyikan sabu di dashboard mobil yang sudah didesain.

Pengakuan ketiga pelaku jika barang haram tersebut rencanaya akan dibawa ke SB yang nantinya akan dibawa ke Jakarta. Selanjutnya melalui control delivery petugas berhasil mengamankan SB.

"Pelaku SB kami amankan di Pekanbaru, dimana hasil intrograsi petugas barang tersebut atas perintah MB yang saat ini masih DPO. Rencananya sabu tersebut akan diedarkan ke Jakarta," katanya.

Berdasarkan keterangan yang didapat, Arief mengungkapkan bahwa asal mula sabu tersebut diseberangkan dari Malaysia diduga sabu itu berasal dari Myanmar. Pola pengiriman yang dilakukan pelaku masih sama yaitu ship to ship.

Arisa Higashino Alami Cedera Engkel, Pasangan Jepang Mundur

SMP Swasta di Bekasi Miliki 2 Murid, Sebelumnya Ada 5 Siswa, 3 Guru MUndur, Dulu Pernah Berjaya

Penyakit yang Berdampak Siswa SMPN 21 Kota Tangerang Terpaksa Menghirup Debu

"Jadi barang ini dari perairan timur Sumatra masuk melalui dumai, jadi puluhan barang ini pecahan dari beberapa barang lain yang diangkut oleh kapal lalu di edarkan sesuai pesanan melalui jalur darat," katanya.

Menurut Arief ke empat pelaku ini memiliki peran masing-masing diantaranya sebagai pengendali kendaraan yang digunakan untuk mengambil barang haram tersebut secara estafet. Para pelaku memang sudah menyiapkan kendaraan tersebut, dan nanti setelah selesai akan dijual kembali.

"Jadi mobil ini sudah disiapkan, jadi sudah tidak pakai AC dan barang itu dimasukan kedalam dashbord. Setiap aktiftas mereka membeli kendaraan dan nanti dijual kembali," ujarnya.

Akibat berbuatan pelaku, tersangka dijerat pasal 114 ayat (2) subsider pasal 112 (2) junto pasal 132 ayat (1) undang-undang repulik Indonesia nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika. Dengan ancaman hukuman pidana mati atau paling singkat 6 tahun penjara.

Penulis: Joko Supriyanto
Editor: Agus Himawan
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved