OVO Jadi Uang Digital Favorit Belanja Online Indonesia Sesuai dengan Survei Snapcart

Mereka telah melakukan penelitian terkait perilaku konsumen dalam bertransaksi dengan aplikasi pembayaran digital.

OVO Jadi Uang Digital Favorit Belanja Online Indonesia Sesuai dengan Survei Snapcart
pexels
Ilustrasi belanja dengan cara pembayaran melalui digital di antaranya menggunakan Ovo. 

Popularitas pembayaran digital lewat uang elektronik atau e-money semakin meningkat. Masyarakat pun memiliki keleluasaan untuk memilih merek sesuai kebutuhan mereka.

Guna mengetahui tren penggunaan uang elektronik dalam aplikasi pembayaran digital, Eko Wicaksono dari Snapcart Indonesia menjelaskan pihaknya telah melakukan penelitian terkait perilaku konsumen dalam bertransaksi dengan aplikasi pembayaran digital.

Hasil riset menemukan, terdapat tiga jenis transaksi yang paling sering digunakan dengan menggunakan uang elektronik, antara lain transaksi retail sebesar 28 persen, pemesanan transportasi online sebesar 27 persen, dan pemesanan makanan online sebesar 20 persen.

Sedangkan selebihnya, yakni transaksi e-commerce sebesar 15 persen dan pembayaran tagihan sebesar tujuh persen.

Hasil riset mengungkapkan, bahwa sebesar 58 persen responden menggunakan brand OVO sebagai aplikasi pembayaran digital favorit mereka.

Anak Cerdas dan Kreatif Selalu Berawal dari Sarapan dengan Menu yang Sehat sebelum Berangkat Sekolah

DPD PAN Kota Bekasi Ungkap Tanpa Tri yang Pindah ke PDIP Diyakini PAN Tetap Menjadi Partai Eksis

Dubes Tantowi Yahya Rangkul 20 Negara dalam The First Pacific Exposition and Tourism Forum

OVO dominan dibandingkan dengan dompet digital berbasis aplikasi lain seperti Go-Pay sebesar 23 persen, DANA sebesar enam persen, dan LinkAja sebesar satu persen. Sementara sebanyak 12 persen responden mengaku menggunakan brand lain seperti Flazz, Brizzi and Mandiri e-money.

"Data ini menunjukkan bahwa uang elektronik untuk transaksi harian seperti transportasi, pengiriman makanan cepat saji, dan belanja telah semakin populer di kalangan konsumen Indonesia. Konsumen menikmati pengalaman bertransaksi yang lebih praktis, cepat, aman, dan yang pasti tidak ribet menunggu uang kembalian," ujarnya dalam siaran tertulis pada Senin (15/7/2019).

Riset Snapcart ini dilakukan dengan metode survey online melalui aplikasi Snapcart di kota-kota besar Indonesia, dan dilakukan pada bulan Mei 2019 ini.

Untuk segmen transaksi retail, OVO sebesar 63 persen dan Go-Pay sebesar 28 persen hadir sebagai brand yang dominan, disusul DANA sebesar tujuh persen dan LinkAja sebesar satu persen.

"Saat ini, OVO mengklaim diterima di 500,000 merchants, sedangkan Go-Pay menyebutkan angka 300,000 merchants. LinkAja baru-baru ini memberikan jumlah merchant sebanyak 130,000, dan DANA dapat diterima di lebih dari 13,000 merchants," jelasnya.

Ilustrasi Snapcart. Data Snapcart tentang penggunaan uang digital.
Ilustrasi Snapcart. Data Snapcart tentang penggunaan uang digital. (Warta Kota/Dwi Rizki)
Halaman
12
Penulis: Dwi Rizki
Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved