Mendagri Tjahjo Kumolo Sedih Masih Ada Ormas Tolak Pancasila Setelah 74 Tahun Indonesia Merdeka

MENTERI Dalam Negeri Tjahjo Kumolo mengaku sedih melihat masih ada organisasi kemasyarakatan (ormas) yang terang-terangan menolak Pancasila.

Mendagri Tjahjo Kumolo Sedih Masih Ada Ormas Tolak Pancasila Setelah 74 Tahun Indonesia Merdeka
TRIBUNNEWS/RIZAL BOMANTAMA
Mendagri Tjahjo Kumolo membuka rapat kerja nasional “Pembinaan Wawasan Kebangsaan dan Ketahanan Nasional” bersama TNI, di Hotel Aryaduta, Jakarta Pusat, Selasa (16/7/2019). 

MENTERI Dalam Negeri Tjahjo Kumolo mengaku sedih melihat masih ada organisasi kemasyarakatan (ormas) yang terang-terangan menolak Pancasila.

Hal itu ia katakan saat membuka rapat kerja nasional 'Pembinaan Wawasan Kebangsaan dan Ketahanan Nasional' bersama TNI, di Hotel Aryaduta, Jakarta Pusat, Selasa (16/7/2019).

Padahal, katanya, Indonesia sudah 74 tahun merdeka.

Lagi, MA Tolak Permohonan Kasasi Prabowo-Sandi Soal Dugaan Kecurangan Pilpres 2019

Menurutnya, seluruh elemen masyarakat harus berperan serta melawan ancaman terhadap empat pilar kehidupan berbangsa dan bernegara yang tak ada habisnya, termasuk ormas.

“Saya merasa sedih karena 74 tahun merdeka masih ada ormas yang terang-terangan menolak ideologi Pancasila."

"Ini harus atasi bersama persoalan-persoalan semacam itu,” tutur Tjahjo Kumolo saat memberikan sambutan.

GNPF Ulama Bakal Gelar Ijtima Ulama Jilid Empat, Salah Satu Agendanya Bahas Kepulangan Rizieq Shihab

Tjahjo Kumolo menegaskan, ormas sebagai implementasi Pasal 28 E Undang-undang Dasar 1945 tentang kebebasan berpendapat, berserikat, dan berkumpul, tetap harus mendukung serta memperkuat empat pilar berbangsa dan bernegara.

Yakni, Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, UUD 1945, serta NKRI.

Tjahjo Kumolo pun menerangkan kepada peserta rakernas, hingga kini ada 415.374 ormas yang terdaftar secara resmi oleh negara.

Tak Lolos Seleksi Capim KPK, Natalius Pigai: Cuma Orang Jahat yang Bisa Coret Saya dari Awal

“Berpendapat, berserikat, dan berkumpul adalah hak warga negara yang dijamin undang-undang, maka silakan bentuk ormas."

Halaman
1234
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved