Pemerintahan

Mendagri: Pemda Wajib Alokasikan Anggaran Tanggap Bencana

APBD Provinsi, Kota/Kabupaten yang rawan bencana, sering longsor atau banjir, harus dianggarkan dulu, jangan sedikit-sedikit menunggu pusat.

Mendagri: Pemda Wajib Alokasikan Anggaran Tanggap Bencana
TRIBUNNEWS/RIZAL BOMANTAMA
Mendagri Tjahjo Kumolo 

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo meminta Pemerintah Daerah (Pemda) mengalokasikan anggaran untuk penanganan dan tanggap bencana.

Hal itu dikatakannya seusai membuka Rakernas Pembinaan Wawasan Kebangsaan dan Ketahanan Nasional di Hotel Aryaduta, Tugu Tani, Jakarta, Selasa (16/7/2019).

"Bahwa APBD Provinsi, Kota/Kabupaten yang rawan bencana, sering longsor atau banjir dianggarkan dulu, jangan sedikit-sedikit menunggu pusat," kata Tjahjo.

Mengapa Gempa Bumi pada Sasih Kapah Pertanda Baik bagi Orang Bali? Ini Penjelasannya

UPDATE, Begini Kondisi Bali Setelah Diguncang Gempa Sebesar 6 SR

Ia menambahkan, untuk memaksimalkan penganggaran di daerah, pihaknya akan segera mengirimkan radiogram agar penganggaran penanganan bencana di tingkatkan.

"Kami akan mengirimkan radiogram juga untuk setiap tahun meng-update (memperbaharui) anggaran ditingkatkan," ungkapnya.

Kemendagri kata Tjahjo akan terus berkoordinasi dengan pihak terkait melalui Pemda.

Bali Diguncang Gempa 6.0 SR, Gerbang Gapura di Nusa Dua Sedikit Runtuh

Belum Dapat Bantuan, Paska Gempa Warga Halmahera Selatan Hanya Tidur Beratap Terpal Seadanya

"Sudah hampir dua bulan belum hujan, maka ketersediaan air bersih, hemat air, dan penanganan serta antisipasinya akan terus dikoordinasikan dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan BMKG melalui Pemda," ujar Tjahjo.

Penerapan Standar Pelayanan Minimum (SPM) urusan bencana daerah berdasarkan Permendagri Nomor 101 Tahun 2018 mewajibkan kabupaten/kota menyediakan tiga jenis pelayanan dasar dalam penanggulangan bencana.

Yaitu, pelayanan informasi rawan bencana, pelayanan pencegahan dan kesiapsiagaan terhadap bencana, serta pelayanan penyelamatan dan evakuasi korban bencana.

Penulis: Mohamad Yusuf
Editor: Ika Chandra Viyatakarti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved