Ini Pertimbangan Polisi Tak Tahan Pengemudi Rubicon, Meski Sudah Ditetapkan Tersangka

Ini Pertimbangan Polisi Tak Tahan Pengemudi Rubicon, Meski Sudah Ditetapkan Tersangka. Simak selengkapnya.

Ini Pertimbangan Polisi Tak Tahan Pengemudi Rubicon, Meski Sudah Ditetapkan Tersangka
Capture Youtube Anak Motor Indonesia via Tribun Timur
Viral Rubicon Berada Di tengah Keramaian dan Tancap Gas di acara Lari Marathon 

DITLANTAS Polda Metro Jaya telah menetapkan pengemudi mobil Jeep Rubicon B 123 DAA yakni Pramugraha Ditya Kusuma (25) alias PDK, sebagai tersangka dalam kasus kecelakaan lalu lintas di Jalan Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Minggu (15/7/2019).

Dimana mobil jip yang dikendarai PDK menabrak pengendara motor Yamaha NMAX yakni Lena Marisa, panitia lomba maraton Jakarta International Milo Run 2019 yang sedang menggelar acara si sana.

Akibatnya korban mengalami luka memar, lebam dan luka gores atau lecet di sejumlah bagian tubuhnya. Mulai dari pipi kiri, dahi kiri, bibir atas lecet dan lebam, hidung lebam, kepala belakang memar, dan pinggang juga memar.

Ingin Saksikan Gerhana Bulan di Rumah Bisa Melalui Streaming dari Planetarium Jakarta

Calon Jamaah Haji Dilepas dari Puspemkot Tangsel, Arus Lalin Padat Merayap

Kasubdit Bin Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP M Nasir mengatakan PDK ditetapkan tersangka sesuai Pasal 310 ayat (2) UU Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Ancaman hukumannya adalah maksimal 1 tahun penjara dan atau denda Rp 2 Juta.

"Pengemudi jipnya sudah ditetapkan tersangka, namun tidak dilakukan penahanan," kata Nasir, Rabu (16/7/2019).

Menurutnya ada sejumlah pertimbangan, sehingga penyidik merasa tidak perlu menahan PDK.

"Sebab yang bersangkutan kooperatif, dimana langsung datang di panggilan pertama untuk diperiksa," kata Nasir.

Pertimbangan lain kata Nasir, PDK juga dinilai tindakannya tepat sesaat setelah kecelakaan dan sebagai bentuk tanggungjawab. Dimana PDK memberi pertolongan kepada korban dengan membawanya ke rumah sakit dengan mobilnya.

Selain itu kata Nasir, PDK memiliki itikad baik untuk menanggung semua perawatan dan kerugian materi yang dialami korban.

Ajak Pacar Berhubungan Badan dengan Temannya, Tersangka Mengaku Ingin Berbagi Kepuasan

TERUNGKAP Caleg DPRD DKI Partai Gerindra Jadi Buronan Polisi, Ini Penyebabnya

"Selain itu ancaman hukuman sesuai Pasal yang dikenakan satu tahun penjara dan denda Rp 2 Juta," kata Nasir.

Halaman
123
Penulis: Budi Sam Law Malau
Editor: Theo Yonathan Simon Laturiuw
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved