Gempa Bumi

Belum Dapat Bantuan, Paska Gempa Warga Halmahera Selatan Hanya Tidur Beratap Terpal Seadanya

Hingga kini warga Halmahera Selatan belum mendapatkan bantuan paska diguncang gempa 7,2 SR. Mereka masih tidur beratapkan Terpal seadanya.

Penulis: Desy Selviany | Editor: Dian Anditya Mutiara
Twitter @aizhdoank
Korban gempa di Halmahera belum dapat bantuan 

Paska gempa bumi yang terjadi pada hari Minggu (14/7/2019) lalu, kini kondisi masyarakat Halmahera Selatan semakin memprihatinkan.

Belum mendapatkan bantuan pemerintah mereka mendirikan tenda seadanya dari terpal.

Video-video para pengungsi gempa di Halmahera Selatan dibagikan oleh akun twitter @Aizhdoank pada Selasa (16/7/2019).

Dalam video yang dibagikan, terpal-terpal hanya dibuat seadanya dan disanggah oleh kayu bambu.

Staf Ahli DPRD Halmahera Selatan Ditemukan Tewas di Kamar Hotel di Kota Bekasi

Seorang wanita dalam video juga mengungkapkan bahwa mereka belum mendapatkan makanan dari pemerintah.

“Belum,” kata seorang wanita tersebut ketika ditanya soal bantuan.

Diberitakan Wartakotalive.com sebelumnya gempa berkekuatan 7,2 Skala Richter mengguncang wilayah Provinsi Maluku Utara, Minggu (14/7/2019), yang dirasakan di Pulau Halmahera hingga Kota Ternate.

Akibat guncangan gempa, warga di berbagai kabupaten/kota di wilayah Provinsi Maluku Utara panik dan berhamburan ke luar rumah akibat gempa berkekuatan 7,2 Skala Richter.

Cerita Warga Berhamburan saat Gempa 7,2 Guncang Ternate, Lari ke Gunung

Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Rahmat Triyono mengatakan gempa yang mengguncang Kabupaten Halmahera Selatan, Maluku Utara akibat pergeseran Sesar Sorong-Bacan.

"Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, maka gempa tersebut merupakan gempa dangkal yang diduga kuat dipicu oleh sesar aktif," kata dia melalui siaran pers yang diterima di Jakarta, Minggu.

Ia menambahkan, gempa berkekuatan 7,2 Skala Richter pada pukul 16.10 WIB pada kedalaman 29 kilometer di darat 63 kilometer Timur Kota Labuha dirasakan kuat di beberapa wilayah.

Guncangan pada Skala V Marcelli dirasakan di Obi. Selain itu, guncangan juga diraskaan di Labuha (Skala III), Manado dan Ambon (Skala II-III), kemudian Ternate, Namlea, Gorontalo, Sorong, dan Bolaang Mongondow (Skala II).

BMKG juga mencatat mencatat sudah 61 gempa susulan mengguncang Halmahera Selatan paska gempa besar 7,2 Magnitudo kemarin sore.

Orang Tua Mendadak Syok, Guru Razia HP dan Temukan Video Mesum Anaknya dengan Seorang Pemuda

5 Fakta Bella Nova, Penyanyi Dangdut yang Diincar Hotman Paris, Pernah Sama Ariel Noah

Perusahaan Pertambangan Thiess Buka Lowongan untuk Lulusan SMP, SMA/SMK Gajinya Mulai 5 Juta

Informasi yang didapatkan BMKG itu pertanggal 15 Juli 2019 pukul 05.00 WIB dini hari tadi.

“Hingga 15 Juli 2019 pukul 05.00 WIB, hasil monitoring BMKG menunjukkan 61 kali aktivitas gempabumi susulan (aftershock) dengan magnitudo terbesar M=5.8 dan magnitudo terkecil M=3.1. 28 gempa diantaranya dirasakan,” tulis BMKG dalam akun Instagram @Infobmkg pada Senin (15/7/2019).

Dilaporkan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempabumi tersebut terjadi di Kecamatan Gane Barat Utara, Kecataman Timur Selatan, Kecamatan Gane Timur Tengah, Kecamatan Gane Dalam, Kecamatan Gane Barat Selatan, Kecamatan Gane Timur, Halmahera Selatan.

Dilaporkan juga adanya satu orang meninggal dunia di Kelurahan Gane Luar, Kecamatan Gane Timur Selatan, dan merobohkan sedikitnya 160 bangunan rumah.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved