Artis

Begini Alasan Majelis Hakim Pengadilan Menolak Upaya Rehabilitasi yang Diajukan Steve Emmanuel

Upaya pesinetron Steve Emmanuel supaya mendapatkan hukuman berupa menjalani rehabilitasi ditolak hakim. Steve berencana mengajukan banding.

Begini Alasan Majelis Hakim Pengadilan Menolak Upaya Rehabilitasi yang Diajukan Steve Emmanuel
Warta Kota/Arie Puji Waluyo
Steve Emmanuel di ruang sidang Pengadilan Negeri Jakarta Barat, Senin (24/6/2019). 

Upaya pemain sinetron Steve Emmanuel untuk mendapatkan 'pengampunan' dari majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Barat supaya menjalani masa rehabilitasi tidak membuahkan hasil.

Steve Emmanuel dijatuhi vonis kurungan penjara selama 9 tahun dan denda Rp 1 miliar atau subsider 3 bulan penjara setelah terbukti memiliki dan menyalahgunakan narkotika jenis kokain.

Vonis tersebut lebih ringan 4 tahun daripada tuntutan jaksa penuntut umum (JPU) Kejaksaan Negeri Jakarta Barat yang meminta supaya Steve Emmanuel dihukum penjara 13 tahun.

Steve Emmanuel saat berkonsultasi dengan pengacaranya.
Steve Emmanuel saat berkonsultasi dengan pengacaranya. (Warta Kota/Arie Puji Waluyo)

Menurut Erwin Tjong, Ketua Majelis Hakim yang memimpin persidangan tersebut, pengadilan menolak upaya rehabilitasi Steve Emmanuel karena tidak sesuai fakta hukum dalam persidangan.

Dalam persidangan, Steve Emmanuel dinyatakan kedapatan memiliki kokain dalam jumlah banyak, yaitu seberat 92,04 gram dan terbukti melanggar Pasal 112 ayat (2) Undang-undang RI No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Pasal 112 ayat 2 menyatakan, barang siapa memiliki, menyimpan, menguasai atau menyediakan narkotika golongan 1 bukan tanaman yang beratnya melebihi 5 gram akan diberikan hukuman penjara.

Tanpa Ditemani Keluarga, Steve Emmanuel Jalani Sidang Putusan di Pengadilan Negeri Jakarta Barat

Jika Keberatan Vonis 9 Tahun Penjara, Steve Emmanuel Bisa Mengajukan Banding Dalam 7 Hari Kedepan

"Terdakwa Steve Emmanuel terbukti bersalah dan memiliki narkotika golongan I jenis kokain dengan berat di atas lima gram," kata Erwin Tjong saat membacakan putusan untuk Steve Emmanuel, Selasa (16/7/2019) sore.

Berdasarkan Surat Edaran Mahkamah Agung Nomor 4 Tahun 2010, hukuman rehabilitasi hanya untuk orang yang ditangkap dengan barang bukti narkotika yang beratnya tidak melebihi 1,8 gram sebagaimana diatur dalam Pasal 127 Undang-undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Steve Emmanuel disela menjalani sidang lanjutan dugaan kepemilikan dan pemakaian narkotika jenis kokain di Pengadilan Negeri Jakarta Barat, Senin (10/6/2019).
Steve Emmanuel disela menjalani sidang lanjutan dugaan kepemilikan dan pemakaian narkotika jenis kokain di Pengadilan Negeri Jakarta Barat, Senin (10/6/2019). (Warta Kota/Arie Puji Waluyo)

Di persidangan sebelumnya, Steve Emmanuel membantah memiliki kokain di atas 5 gram dengan cara mencabut sejumlah poin di berita acara pemeriksaan (BAP). 

Pencabutan dilakukan ketika persidangan berlangsung. Majelis hakim menolak alasan Steve Emmanuel tersebut.

"Dalam persidangan, terdakwa mengakui tidak ada tekanan atau paksaan dari penyidik dalam pembuatan berita acara pemeriksaan," jelas Erwin Tjong.

Terbukti Memiliki Narkotika Jenis Kokain Diatas 5 Gram, Steve Emmanuel Dihukum 9 Tahun Penjara

Berharap Direhabilitasi, Steve Emmanuel Ketakutan Divonis Hukum Penjara oleh Majelis Hakim

Atas putusan hakim itu, jaksa maupun kuasa hukum Steve Emmanuel keberatan.

Masing-masing pihak diberikan waktu hingga tujuh hari setelah pembacaan putusan tersebut untuk berpikir, menerima putusan atau mengajukan banding ke Pengadilan Tinggi DKI Jakarta.

Penulis: Luthfi Khairul Fikri
Editor: Irwan Wahyu Kintoko
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved