Berita Tangerang

Awal 2020 PLTSa Cipeucang Serpong Ditargetkan Mulai Dibangun

Pemkot Tangsel targetkan mulai bangun PLTSA Cipeucang pada awal tahun 2020. Tinggal persiapan lelang saja.

Awal 2020 PLTSa Cipeucang Serpong Ditargetkan Mulai Dibangun
Wartakotalive.com/Muhammad Azzam
Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) Sumur Batu Kota Bekasi. 

Pemerintah Kota Tangerang Selatan targetkan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) di Tempat Pembuangan Akhir - TPA Cipeucang, Serpong, akan mulai dibangun awal tahun 2020.

Asda II Bidang Ekonomi Pembangunan Retno Prawati menerangkan saat ini masih menunggu persetujuan pendampingan terkait rencana dilakukannya persiapan lelang.

“Kita sudah masuk di FBC, penyelesaian dari FBC ini akan ada penentuan pendampingan lelang, lelang ini pesertanya bisa dari luar negeri maupun dalam, sekarang kita mau membentuk panitia proses lelang kerjasama dengan LKPP (Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang atau Jasa Pemerintah)," ungkap Retno, Selasa (16/7/2019).

Pemkot Bekasi Kasih Kesempatan Pengelola PLTSa di TPA Sumurbatu

Untuk proses lelang sendiri masih menunggu persetujuan dokumen dari kementerian keuangan selambat-lambatnya tanggal 16 Agustus mendatang.

Peminat lelang, kata Retno, melebihi dari undangan jika dilihat saat market sounding yang digelar bebarapa waktu lalu.

Masa Pengenalan Sekolah, Siswa MTSN 1 Pamulang Lakukan Salat Duha Berjamaah

Sementara itu, pengumuman pemenang lelang akan diumumkan pada akhir tahun 2019 ini.

Asisten Deputi (Asdep) Infrastruktur Pertambangan dan Energi Kemenko Kemaritiman RI, Yohanes Yudi Prabangkara menjelaskan, proyek ini merupakan satu dari 223 proyek stategis nasional.

“Pengelolaan sampah merupakan kewenangan dari daerah, sehingga pusat hanya memfasilitasi program ini, kita sudah bekerja keras mengawal dan menampingi Pemkot Tangsel untuk bisa menyelenggarakan program yang sudah ditugaskan pemerintah pusat kepada 12 kota yang ada di Indonesia salah satunya yakni Kota Tangsel,” jelas Yudi Prabangkara.

Nyawa Siswa SMPN 21 Kota Tangerang Terancam Sering Hirup Debu Proyek Tol Kunciran-Bandara

Selain Tangerang Selatan, kata Yudi, untuk di Banten ada kota Tangerang dengan program yang sama yakni pembangunan fasilitas pengelolaan sampah yang menghasilkan listrik dengan berbasis teknologi ramah lingkungan.

“Percepatan progress di Tangsel ini sangat bagus sekali, tanggal 19 Agustus sudah ada persiapan support dari pemerintah atau bantuan dari pemerintah untuk pemenangnya, sedangkan proses lelang harus dilakukan sebelum 2019 berakhir. Sehingga akhir 2019 atau awal 2020 kita sudah mulai membangun dan kemudian akan dioperasikan selama 20 tahun kedepan," bebernya.

Perlu diketahui Pembangkit listrik tenaga sampah atau Pembangkit listrik sampah atau Pembangkit listrik tenaga biomasa sampah adalah pembangkit listrik thermal dengan uap supercritical steam dan berbahan bakar sampah atau gas sampah methan.

Sampah atau gas methan sampah dibakar menghasilkan panas yang memanaskan uap pada boiler steam supercritical.

Uap kompresi tinggi kemudian menggerakkan turbin uap dan flywheel yang tersambung pada generator dinamo dengan perantara gear transmisi atau transmisi otomatis sehingga menghasilkan listrik.

Daya yang dihasilkan pada pembangkit ini bervariasi antara 500 KW sampai 10 MW. Bandingkan dengan PLTU berbahan bakar batubara dengan daya 40 MW sampai 100 MW per unit atau PLT nuklir berdaya 300 MW sampai 1200 MW per unit.

Proses Kerja PLTsa terdapat dua macam yaitu: Proses pembakaran dan proses teknologi fermentasi metana.

Penulis: Zaki Ari Setiawan
Editor: Dian Anditya Mutiara
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved