Warga Bekasi Tertipu Bisnis Solar Rugi Hingga Rp 4 Miliar, Harap Tersangka Dijerat TPPU

Alex mengatakan, setelah beberapa waktu, korban kemudian meminta uangnya kembali karena tengah membutuhkan dana tersebut.

Warga Bekasi Tertipu Bisnis Solar Rugi Hingga Rp 4 Miliar, Harap Tersangka Dijerat TPPU
istimewa
Korban penipuan investasi Solar dan kuasa hukumnya 

Seorang warga di Bekasi, Sarman menjadi korban penipuan bermodus investasi dalam usaha jual beli bahan bakar minyak jenis diesel atau solar

Ia mengaku mengalami kerugian hingga Rp. 4.854.100.000. Kuasa hukum korban, Alex Bangun mengatakan, awal mula tersangka berinisial EHK bertemu korban di sebuah pemancingan wilayah Karawang, Jawa Barat.

Kemudian, pelaku merayu korban untuk membeli solar sebanyak 200 Kilo Liter.

Tersangka, lanjut Alex, mengaku sempat memiliki usaha solar namun bangkrut.

VIDEO: Siswi SMP 21 Tangerang Terpaksa Tutup Hidung Karena Sekolah Mereka di Tengah Proyek Tol

"Lalu, pelaku mengajak kerjasama dengan korban dengan meminta dana ke korban sebagai modal menggunakan PT milik korban," kata pria yang bekerja di Law Firm Sapta Simon & Associates tersebut. Sarman pun menyerahkan uang lantaran percaya kepada pelaku.

Alex mengatakan, setelah beberapa waktu, korban kemudian meminta uangnya kembali karena tengah membutuhkan dana tersebut. 

"Saat itu pelaku mengembalikannya dalam bentuk cek bank BCA KCP MM 2100 senilai Rp. 4,3 Miliar. Namun setelah di bank ternyata cek itu kosong. Kemudian cek itu kembali diberikan oleh pelaku. Akan tetapi penulisannya salah, seharusnya miliyar menjadi milayar. Nah itu kan di tolak oleh bank," lanjutnya.

VIDEO: Ratusan Warga Serbu Giant Cikarang Festival, Tapi Bukan Karena Mau Tutup

Alex menyebut, bukti cek bank kosong itu kini telah menjadi bukti untuk pelaporan ke pihak Kepolisian Sektor (Polsek) Cikarang Barat.

"Pelaku sudah diamankan oleh polisi sekitar 8 Mei 2019 lalu . Kasusnya kini sudah dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Cikarang. Kami apresiasi kinerja kepolisian khususnya Polsek Cikarang Barat yang bisa mengungkap kasus klien kami," tuturnya.

Namun demikian, Alex berharap pelaku tidak hanya dijerat Pasal 378 (penipuan) dan 372 (penggelapan) KUHP saja.

Menurutnya, pelaku juga dapat dijerat dengan hukuman TPPU (Tindak Pidana Pencucian Uang).

"Logikanya uang senilai Rp. 4 Miliyar lebih itu bisa dihabiskan dalam kurun waktu hanya beberapa bulan saja atau kurang dari satu tahun. Kita bertanya - tanya uang klien kami ini kemana?. Ini yang jadi harapan kita, agar pelaku bisa kenakan TPPU," tuturnya.

Editor: Ahmad Sabran
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved