Breaking News:

Kuliner

Sejarah Indonesia dalam Secangkir Kopi di Warung Koffie Batavia Dipadu Menu Ala Indonesia-Belanda

"Kopi pertama kali ditanam di Indonesia pada tahun 1696. Ketika itu biji kopi yang ditanam berjenis Yemeni Coffee oleh VOC.'

Warta Kota/Vini Rizki Amelia
Ilustrasi hidangan secangkir kopi dan sepiring bitterballen di Warung Koffie Batavia 

 Nasi Uduk dan Nasi Kuning Bersatu dalam Menu Belanda

Untuk pengentalan unsur Belanda, Warung Koffie Batavia tak hanya bermain pada interior melainkan  menu-menu yang ditawarkan.

Kibbeling, stamppot, bitterballen dan pastel merupakan menu yang mampu menghilangkan rasa lapar dan teman ngopi Anda.

"Kami kan mengusung konsep Indonesia Belanda tetapi memang sebelumnya menu Belandanya kurang banyak, untuk itu kami tambahkan lagi agar konsepnya lebih kuat,” ujar Shara.

Kibbeling menjadi menu yang patut dicoba. Meski sekilas penampakannya mirip menu Fish & Chip, Shara mengatakan, Kibbeling berbeda terutama sausnya.

"Kalau biasanya fish & chip sausnya itu pakai mayones dan spicy sauce, " ucapnya.

Santap Makanan Tradisional Vietnam Yuk! Ini Manfaat Pho Untuk Kesehatan Tubuh Anda

5 Cara Mengetahui Alpukat Sudah Busuk dan Anda Dilarang Memakannya Demi Kesehatan Tubuh

Hidangan khas Belanda Stamppot yang disajikan di Warung Koffie Batavia
Hidangan khas Belanda Stamppot yang disajikan di Warung Koffie Batavia (Warta Kota/Vini Rizki Amelia)

"Kalau kami mayonesnya diganti dengan saus yoghurt. Yoghurtnya diolah dengan menambahkan sedikit gula biar enggak terlalu asam,” tutur Shara.

Stamppot pun perlu dipertimbangkan menjadi pilihan menu. Makanan ini bukan sekedar camilan, melainkan bisa memuaskan lidah dan perut yang keroncongan.

Stamppot terbuat dari  kentang tumbuk dan saus sapi sehingga cukup mengenyangkan perut Anda.

Kentang tumbuk diolah menggunakan air yang dicampurkan selada.

Untuk memberikan rasa, Warung Koffie Batavia menambahkan demiglaze sauce di atas kentang tumbuk agar tak hambar.

“Menu-menu tersebut memang ciri khas Belanda banget ya tetapi tentu rasanya sudah kami sesuaikan dengan lidah Indonesia," ucapnya.

Alasannya, jika murni dihadirkan dalam rasa aslinya, kata Shara, belum tentu orang-orang di Indonesia menyukainya.

Penulis: Vini Rizki Amelia
Editor: Intan Ungaling Dian
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved